Trump Selidiki Dugaan Pelanggaran Hak Sipil Kematian Floyd

Trump Selidiki Dugaan Pelanggaran Hak Sipil Kematian Floyd
Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP / Brendan Smialowski)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 31 Mei 2020 | 06:19 WIB

Florida, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Departemen Kehakiman sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran hak-hak sipil pada kematian George Floyd oleh petugas kepolisian Minnesota yang memicu demonstrasi besar-besaran di negara itu.

Berbicara di Kennedy Space Center Florida, AS setelah peluncuran SpaceX pada Sabtu atau Minggu pagi WIB (31/5/2020), Trump juga mengecam antifasis (antifa) dan kelompok kiri radikal sebagai dalang di balik protes yang menyebar di seluruh AS. "Pemerintahan saya telah membuka penyelidikan hak-hak sipil, saya telah meminta jaksa agung dan departemen kehakiman untuk mempercepat," kata Trump.

Baca juga: Aksi Demo George Floyd Dikhawatirkan Picu Penularan Covid-19

Trump memahami rasa sakit yang dirasakan warganya. Dia mendukung hak para demonstran damai dan mendengar permohonan mereka. "Tetapi apa yang sekarang kita lihat di jalan-jalan di kota kita (kerusuhan) tidak ada hubungannya dengan keadilan atau perdamaian," kata Trump.

Trump menyebut kenangan George Floyd tidak dihargai oleh perusuh, penjarah dan anarkis. "Kekerasan dan vandalisme yang dipimpin antifasis dan kelompok sayap kiri radikal telah meneror orang tidak bersalah, menghancurkan pekerjaan, melukai bisnis, dan membakar korban," kata Trump.

Baca juga: Korban dan Polisi yang Menewaskannya Pernah Bekerja Bersama sebagai Satpam

Saat ini, kata Trump, AS membutuhkan penciptaan bukan penghancuran, kerja sama bukan penghinaan, keamanan bukan anarkistis. "Kita tidak bisa dan tidak boleh membiarkan sekelompok kecil penjahat dan pengacau merusak kota kita dan membuang sampah ke komunitas kita," kata Trump.

Setelah sebelumnya Trump mengancam para demonstran di Gedung Putih, kini ia tampaknya mengubah haluan dengan berdiri sebagai pendukung demonstran yang marah akibat kematian Floyd.

"Saya berdiri di hadapan Anda sebagai teman dan sekutu bagi setiap orang AS yang mencari keadilan dan perdamaian. Saya berdiri di hadapan Anda dalam oposisi yang kuat terhadap siapa pun yang mengeksploitasi tragedi ini untuk menjarah, merampok, menyerang, dan mengancam,” kata Trump.

Di AS kata dia, keadilan tidak pernah tercapai di tangan massa yang marah. "Aku tidak akan membiarkan perusuh mendominasi,” kata Trump.

Demonstrasi besar-besaran melanda sejumlah kota di AS imbas kematian seorang pria kulit hitam George Floyd oleh anggota kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin. Petugas polisi berkulit putih yang menekan leher Floyd itu, sudah ditangkap Jumat (29/5/2020) dan didakwa dengan pembunuhan yang menyebabkan kematian.

Aksi protes berlanjut Jumat malam dan memasuki Sabtu pagi di kota-kota seperti Portland, Oregon, Atlanta, Georgia. Bahkan demonstrasi berubah menjadi kerusuhan di sejumlah wilayah. Menyikapi hal itu, Garda Nasional dimobilisasi di beberapa kota.



Sumber: The Guardian