Uni Eropa Rayu Trump Rajut Kembali Hubungan dengan WHO

Uni Eropa Rayu Trump Rajut Kembali Hubungan dengan WHO
Petugas medis menunjukan rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19. (Foto: Antara / Jojon)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 31 Mei 2020 | 08:28 WIB

Brussel, Beritasatu.com - Uni Eropa (UE) mengeluarkan pernyataan yang meminta Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan kembali keputusannya untuk tidak memutus hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), demikian dilaporkan Reuters, Sabtu (30/5/2020).

“Dalam menghadapi ancaman global ini, sekaranglah saatnya untuk meningkatkan kerja sama dan mencari solusi bersama. Tindakan yang melemahkan kebijakan internasional harus dihindari,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Diplomat papan atas UE, Josep Borrell, dalam sebuah pernyataan, menurut Reuters.

"Dalam konteks ini, kami mendesak AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang diumumkannya," kata mereka.

Baca juga: Amerika Putus Hubungan dengan WHO

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas juga menentang pengumuman Trump. Jerman akan melakukan pembicaraan dengan Washington tentang masalah ini. "Keputusan itu adalah sinyal yang salah pada waktu yang salah," kata Maas.

"Dengan jumlah infeksi terus meningkat secara global, kita tidak dapat merobohkan tanggul di tengah badai", katanya.

Baca juga: WHO Hentikan Klorokuin Sebagai Pengobatan Covid-19

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang membela institusinya dari kritikan keras Trump, telah berjanji akan meninjau kinerjanya setelah pandemi mereda.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya secara resmi memutus hubungan dengan WHO, dalam jumpa pers di Gedung Putih, Jumat (29/5/2020) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. "Hari ini kami akan memutus hubungan kami dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan mengalihkan dana ke lembaga-lembaga lainnya di seluruh dunia yang lebih pantas dan lebih membutuhkan bantuan kesehatan mayarakat," kata Trump.

Keputusan ini merupakan bagian dari upaya Trump untuk “menghukum” Tiongkok yang menurutnya terlalu mendominasi WHO khususnya dalam pandemik Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 100.000 warga Amerika.

Dia juga menuduh Tiongkok telah menekan WHO untuk mengelabui dunia terkait virus corona. Padahal, iuran Tiongkok ke WHO hanya US$ 40 juta sementara AS membayar 10 kali lipat lebih dari angka itu, paparnya.

Trump bulan lalu menghentikan pendanaan untuk organisasi beranggotakan 194 orang itu. Kemudian dalam suratnya tanggal 18 Mei, memberi WHO batas waktu 30 hari agar berkomitmen melakukan reformasi.



Sumber: Reuters, CNBC