Demo Floyd Meluas, Sejumlah Kota di AS Terapkan Jam Malam

Demo Floyd Meluas, Sejumlah Kota di AS Terapkan Jam Malam
Polisi memblokir jalan dalam aksi unjuk rasa kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam oleh petgas Kepolisian Minneapolis, di Seattle, Washington pada 30 Mei 2020. (Foto: CNBC / Jason Redmond)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 31 Mei 2020 | 11:16 WIB

Washington, Beritasatu.com - Demonstrasi besar-besaran melanda sejumlah kota di Amerika Serikat (AS) imbas kematian seorang pria kulit hitam George Floyd oleh anggota kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin. Petugas polisi berkulit putih yang menekan leher Floyd itu, sudah ditangkap Jumat (29/5/2020) dan didakwa dengan pembunuhan yang menyebabkan kematian.

Atlanta, Seattle, Los Angeles, Chicago, Philadelphia, Columbus, Pittsburgh, Denver, Salt Lake City, Nashville dan Minneapolis, telah memberlakukan jam malam menyusul banyaknya kerusuhan pada Sabtu malam (30/5/2020) hingga Minggu pagi (31/5/2020).

Gubernur negara bagian Minnesota, Georgia, Ohio, Washington dan Kentucky telah mengerahkan Garda Nasional negara bagian mereka untuk mengantisipasi kerusuhan.

Presiden AS Donald Trump dan Pentagon siap mengerahkan pasukan federal ke Minnesota jika diminta untuk mengendalikan kerusuhan.

Baca juga: Trump Selidiki Dugaan Pelanggaran Hak Sipil Kematian Floyd

Gubernur Wasihngton, Jay Inslee telah menurunkan 200 anggota Garda Nasional menyusul permintaan Seattle untuk membantu melindungi properti, mengendalikan keramaian, dan lalu lintas di pusat kota. "Para prajurit Garda Nasional tidak dipersenjatai dan bekerja di bawah kepemimpinan kota," kata Inslee.

Adapun Wali Kota Seattle Jenny Durkan mengumumkan perintah darurat pemberlakuan jam malam mulai pukul 17.00 hingga Jam pukul 5.00 pagi. Langkah ini setelah aksi unjuk rasa berubah menjadi kekerasan. 

“Saya segera menandatangani perintah darurat dan memberlakukan jam malam mulai 5 sore. Kerumunan harus segera dicairkan dari pusat kota. Banyak orang berkumpul dengan damai, namun beberapa telah melakukan pembakaran dan menghancurkan bangunan. Ada beberapa kebakaran di pusat kota dan ini adalah situasi yang sangat berbahaya," kata Durkan dalam tweetnya.

Gambar di media sosial menunjukkan sejumlah mobil terbakar, jendela pecah, dan pemandangan kacau di pusat kota Seattle ketika pengunjuk rasa berhadapan dengan polisi.

Baca juga: Aksi Demo George Floyd Dikhawatirkan Picu Penularan Covid-19

Hal yang sama terjadi di Atalanta. Wali Kota Atalanta Keisha Bottoms telah mengeluarkan perintah eksekutif yang memberlakukan jam malam. setelah bentrokan antara massa dan polisi semalam. Kepolisian Atlanta mengatakan sekitar 70 orang ditangkap, 20 kendaraan rusak dan 3 petugas terluka semalam.

Sebelumnya Gubernur Georgia Brian Kemp menyatakan keadaan darurat di Fulton dan mengerahkan 500 pasukan Garda Nasional atas permintaan wali kota.

Sementara Gubernur Ohio Mike DeWine memobilisasi pasukan Garda Nasional negara bagian untuk membantu melindungi warga Ohio setelah bentrokan di ibuk ota Columbus. DeWine mengatakan pihaknya telah mengarahkan Patroli Negara Bagian Ohio untuk membantu menegakkan hukum pidana di Columbus atas permintaan Wali Kota Andrew Ginther, yang telah memberlakukan jam malam seluruh kota mulai pukul 22.00 hingga 6 pagi mulai Sabtu malam.

Polisi Columbus telah menutup jalan-jalan di pusat kota. Orang yang bekerja di pusat kota harus menunjukkan identitas diri.



Sumber: CNBC