Donald Trump Sebut Pesannya Disalahartikan

Donald Trump Sebut Pesannya Disalahartikan
Donald Trump (Foto: Dok SP)
Natasia Christy Wahyuni / JAS Minggu, 31 Mei 2020 | 16:45 WIB

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman setelah memublikasikan pesan lewat Twitter yang dianggap “memuliakan kekerasan”. Trump sempat menulis “ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai” terkait aksi kerusuhan dan kekerasan karena kematian George Floyd.

Donald Trump kemudian membela diri dengan menyebut bahwa komentarnya telah disalahartikan.

“Terus terang, itu artinya ketik ada penjarahan, orang-orang akan tertembak dan mati,” ujarnya, dikutip dari Associated Press, Sabtu (30/5/2020).

Donald Trump memerintahkan mobilisasi Garda Nasional Minnesota ke Minneapolis dan St Paul (Twin Cities) hari Sabtu malam. Tak lama setelah jam malam dimulai pukul 20.00 di Minneapolis dan St Paul, Trump mengeluarkan pesan Twitter menyatakan Garda Nasional telah dikerahkan di Minneapolis untuk melakukan tugasnya yang tidak bisa dilakukan “wali kota Demokrat”.

“Seharusnya sudah digunakan dua hari lalu dan tidak akan ada kerusakan dan markas polisi tidak akan diambil alih dan dihancurkan,” kata Donald Trump.

Dia mengakhiri pesannya dengan menyatakan “kerja bagus” dan “tidak ada permainan!”.

Namun, penjelasan Donald Trump tidak banyak memuaskan ratusan pemrotes yang berkumpul di luar Gedung Putih pada Sabtu pagi, meneriakkan “tanpa keadilan, tidak ada kedamaian”, serta nyanyian cemooh yang ditujukan kepada presiden.

Donald Trump menyampaikan komentarnya setelah pengunjuk rasa membakar satu kantor polisi di Minneapolisi, Kamis (28/5/2020) malam, setelah tiga hari aksi demonstrasi karena kematian Floyd, yang tertangkap video ditindih di lehernya oleh seorang polisi kulit putih selama lebih dari delapan menit. Floyd kemudian tewas.  



Sumber: BeritaSatu.com