Gilead Sciences: dengan Remdesivir, Pasien Covid-19 Lebih Cepat Sembuh
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Gilead Sciences: dengan Remdesivir, Pasien Covid-19 Lebih Cepat Sembuh

Senin, 1 Juni 2020 | 21:19 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

New York, Beritasatu.com - Gilead Sciences mengatakan bahwa hasil tahap tiga uji coba obat antivirus Covid-19 remdesivir menunjukkan hasil positif.

Uji coba membandingkan pasien yang diobati selama lima hari dan 10 hari dengan remdesivir plus perawatan standard, dengan pasien dengan perawatan standard saja. Hasilnya pasien remdesivir dengan dosis lima hari memiliki peluang 65 persen lebih besar untuk membaik kondisinya di hari ke-11, dibandingkan dengan pasien yang dirawat dengan perawatan standard.

Baca juga: Kabar Baik! Obat Covid-19 Remdesivir Akan Diproduksi untuk 127 Negara

Peluang kesembuhan pasien remdesivir dosis 10 hari juga lebih besar dibanding pasien dengan perawatan standard, tetapi Gilead mengatakan perbedaannya tidak signifikan.

"Setelah tiga uji klinis, kita bisa melihat remdesivir berhasil memperbaiki kondisi pasien berdasarkan beberapa parameter berbeda. Hasil hari ini, menunjukkan bahwa dalam kasus penyakit moderat, dosis lima hari remdesivir memiliki hasil lebih baik dibanding perawatan standard, memperkuat hasil positif remdesivir pada uji coba sebelumnya," kata Chief Medical Officer Gilead Dr Merdad Parsey dalam pernyataan resminya hari ini.

Remdesivir juga memiliki toleransi yang baik atau tidak memiliki efek samping berbahaya di kedua kelompok uji coba.

Awal Mei lalu, Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS menyetujui penggunaan darurat remdesivir untuk menangani pasien virus corona atau Covid-19. FDA menyetujui remdesivir karena hasil studi pemerintah menunjukkan remdesivir bisa mempercepat proses pemulihan sebesar 31 persen. Mereka yang diberikan obat ini meninggalkan rumah sakit dalam rata-rata 11 hari, dibandingkan dengan 15 hari di kelompok pembanding.

Baca juga: Gilead Sciences Akan Bagikan Remdesivir Secepatnya



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dipicu Liburan, Kasus Harian Covid-19 di Korsel Melonjak

Korban infeksi terus bermunculan yang dipicu oleh liburan tiga hari di pekan ini.

DUNIA | 25 September 2021

60 Juta Warga AS Penuhi Syarat Vaksin Booster, Biden: Gratis dan Mudah Didapat

Vaksin dosis penguat (booster) untuk Covid-19 akan disediakan secara gratis, kata Presien Amerika Serikat Joe Biden.

DUNIA | 25 September 2021

Bom Rakitan di Pot Bunga Meledak di Jalalabad, Afghanistan

Menurut laporan media lokal, bom rakitan disembunyikan di pot bunga di salah satu jalan dan meledak di jam-jam sibuk di pagi hari.

DUNIA | 25 September 2021

Bebas dari Penjara, Eksekutif Huawei Tinggalkan Kanada Naik Pesawat Carter

Berkat kerja keras pemerintah Tiongkok, Meng meninggalkan Kanada dengan menggunakan pesawat yang disewa pemerintah.

DUNIA | 25 September 2021

Belum Diberi Akses, Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar Tak Dapat Jalankan Tugasnya

Utusan Khusus ASEAN belum dapat menjalankan tugasnya karena beliau memerlukan akses untuk bertemu dengan semua pihak.

DUNIA | 25 September 2021

Taliban Serukan Tumpas ISIS di Afghanistan

Seorang pejabat senior Taliban berjanji akan menumpas kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) Khorasan yang beroperasi di Afghanistan.

DUNIA | 25 September 2021

Redam Pemberontak Sipil, Militer Myanmar Rekrut Milisi Brutal

Militer Myanmar merekrut milisi terkenal kejam untuk memerangi perlawanan sipil.

DUNIA | 25 September 2021

AS Bubarkan Ribuan Pengungsi di Kolong Jembatan Texas

Aparat keamanan Amerika Serikat (AS) membubarkan kamp pengungsi darurat di kolong jembatan Texas, Amerika Serikat (AS) yang berbatasan dengan Meksiko.

DUNIA | 25 September 2021

Negara Ini Klaim Bebas Covid-19, Tapi Bohong

Dalam hampir dua tahun sejak pandemi Covid-19 dimulai, Turkmenistan belum melaporkan satu pun kasus infeksi. Aktivis setempat mengatakan klaim itu bohong.

DUNIA | 25 September 2021

Indonesia Beberkan Strategi Mewujudkan Transformasi Sistem Pangan

Indonesia membagikan strategi untuk mewujudkan transformasi sistem pangan di markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS),

DUNIA | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Prihatin Azis Syamsuddin Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, PSI: Menyedihkan

Prihatin Azis Syamsuddin Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, PSI: Menyedihkan

NASIONAL | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings