Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan
Dalam peristiwa 25 Mei 2020 yang terekam video, petugas polisi Minneapolis Derek Chauvin menindih George Floyd dengan lututnya hingga tewas. (Foto: AFP)
Heru Andriyanto / HA Selasa, 2 Juni 2020 | 06:34 WIB

Beritasatu.com - Autopsi independen yang dilakukan pada jenazah George Floyd menunjukkan bahwa dia merupakan korban pembunuhan dan kematiannya akibat dari "tidak bisa bernapas karena tekanan yang terus-menerus" -- berbeda dengan hasil autopsi sebelumnya.

Autopsi independen yang diminta oleh pihak keluarga Floyd menunjukkan adanya tekanan pada leher dan punggung korban akibat ulah tiga polisi yang menindihnya dengan lutut, sehingga menghambat aliran darah ke otak.

Floyd pada dasarnya "meninggal di TKP" di Minneapolis pada 25 Mei, kata pengacara keluarga Ben Crump, Senin (1/6/2020) waktu setempat.

Sejumlah video amatir peristiwa itu menunjukkan petugas bernama Derek Chauvin menindih leher Floyd dengan lututnya, sementara dua petugas lainnya berlutut pada punggung korban.

Polisi punya anggapan keliru bahwa kalau Anda bisa bicara, berarti Anda masih bisa bernapas.

Sebelumnya, autopsi oleh Hennepin County Medical Examiner menyebutkan tidak ada “temuan fisik yang bisa mendukung diagnosa terjadinya trauma kegagalan bernapas atau pencekikan", seperti dirilis kantor kejaksaan Hennepin County Jumat lalu.

Hasil autopsi awal itu menyebutkan ada kombinasi faktor yang mungkin menyebabkan kematian Floyd yaitu perlakuan petugas, kemungkinan keracunan pada sistem tubuh pria itu, dan penyakit jantung bawaan Floyd.

Hasil lengkap autopsi belum dirilis.

Dr. Michael Baden, salah satu tim pemeriksa independen, mengatakan tidak ada masalah kesehatan bawaan yang berkontribusi pada kematian Floyd.

"Polisi punya anggapan keliru bahwa kalau Anda bisa bicara, berarti Anda masih bisa bernapas. Itu tidak benar," kata Baden.

Dalam video yang beredar, Floyd terdengar berulangkali mengatakan “saya tidak bisa bernapas”, tetapi petugas terus menindih lehernya sampai dia tidak sadarkan diri.

Pihak Hennepin County Medical Examiner sendiri mengatakan penyebab dan cara kematian Floyd masih belum dipastikan dan masih diselidiki oleh penegak hukum lokal, negara bagian, dan federal.

"George meninggal karena dia butuh bernapas. Dia harus menghirup udara," kata Crump, si pengacara.

Menurut laporan polisi, Chauvin menindih leher Floyd dengan lututnya selama 8 menit 46 detik, termasuk 2 menit 53 detik terakhir setelah Floyd tidak bereaksi lagi.

Floyd meninggal dalam 4 menit setelah dia dipaksa tengkurap di jalan, menurut penguji independen.

Chauvin bersama tiga rekannya sudah dipecat dari kepolisian. Dia didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga tetapi tiga rekannya belum dikenakan dakwaan apa pun.



Sumber: CNN