Kerusuhan Meluas, 140.000 WNI di AS Aman

Kerusuhan Meluas, 140.000 WNI di AS Aman
Dua polisi meringkus seorang pria dalam aksi unjuk rasa di Philadelphia, Pennsylvania, 31 Mei 2020. Kerusuhan terjad memprotes tewasnya George Floyd akibat kekerasan polisi di Minneapolis enam hari sebelumnya. (Foto: AFP)
Natasia Christy Wahyuni / WBP Selasa, 2 Juni 2020 | 12:38 WIB

Washington, Beritasatu.com - Aksi unjuk rasa warga atas kasus kematian George Floyd, yang digalang lembaga Black Lives Matters (BLM) terus meluas di 30 kota besar di Amerika Serikat (AS).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC bersama seluruh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di AS terus memonitor sekaligus memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang tersebar di berbagai wilayah di AS sejak gelombang demonstrasi dimulai pada 26 Mei 2020.

“Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik. Tidak ada laporan terkait WNI yang terdampak akibat demo,” kata Wakil Duta Besar RI untuk AS Iwan Freddy Hari Susanto, dalam siaran pers, Selasa (2/6/2020).

Aksi protes yang terjadi di berbagai negara bagian di AS, mulai wilayah Pantai Timur hingga Pantai Barat, telah memasuki hari ketujuh. Sebagian telah menerapkan peraturan jam malam dan status darurat. “Keselamatan dan keamanan WNI di AS menjadi prioritas utama dan perhatian khusus KBRI Washington DC dan KJRI di AS,” kata Iwan.

Iwan menambahkan semua perwakilan RI di AS telah mengeluarkan imbauan kepada WNI agar tetap tenang, hati-hati dan tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan atau kebutuhan yang mendesak, seperti membeli kebutuhan rumah tangga sehari-hari atau pergi ke dokter.

“WNI juga kita wanti-wanti agar menjauhi tempat-tempat terjadinya aksi unjuk rasa karena akan membahayakan keselamatan dan keamanan mereka. Patuhi setiap instruksi, kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat,” ujarnya.

Menurut Iwan, seluruh perwakilan RI di AS terus menjalin kontak dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswa, untuk membantu memantau dari dekat dan memastikan keselamatan WNI dalam situasi saat ini. KBRI Washington DC dan KJRI di AS juga membuka layanan nomor hotline bagi masyarakat Indonesia di AS jika membutuhkan bantuan atau pertolongan.

Baca juga: Kepala Polisi ke Trump: Tutup Mulut, Ini Bukan Hollywood

Pada Senin (1/6/2020), KJRI Chicago melaporkan aksi unjuk rasa antara lain terjadi di San Fransisco dan Los Angeles (California), Portland (Oregon), Houston dan Dallas (Texas), Atlanta (Georgia), Richmond (Virginia), Phoenix (Arizona), New York, Seattle (Washington), Virginia, dan Charlotte (North Carolina).

Di kawasan Midwest AS yang menjadi wilayah kerja KJRI Chicago tercatat aksi berlangsung hingga hari Sabtu (30/5/2020) di Twin Cities (Minneapolis dan St. Paul) Minnesota, Indianapolis (Indiana), Des Moines (Iowa), Cincinnati dan Columbus (Ohio), Omaha (Nebraska), Detroit (Michigan), dan Fargo (North Dakota).

Sebagaimana di kota-kota lainnya di AS, pengunjuk rasa di kota-kota Midwest pada umumnya meneriakkan yel-yel “I can’t breathe”, yakni kata-kata terakhir George Floyd, serta membawa papan atau karton bertuliskan seruan keadilan, seperti “Justice 4 George”, “George Floyd’s Life is Mattered”, dan “No Justice No Peace”.

“Sampai pukul 12.00 Sabtu (29/3/2020) malam, WNI di kota-kota yang dilanda protes dilaporkan dalam keadaan baik dan aman,” sebut keterangan pers dari KJRI Chicago, Senin.



Sumber: BeritaSatu.com