Kunjungan Trump ke Gereja Berbuah Sindiran Biden
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kunjungan Trump ke Gereja Berbuah Sindiran Biden

Rabu, 3 Juni 2020 | 06:28 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Joe Biden, bakal calon presiden Partai Demokrat, membuat pernyataan panjang menyindir Donald Trump, termasuk peristiwa ketika presiden dan orang-orang dekatnya berkunjung ke sebuah gereja dekat Gedung Putih Senin malam lalu.

Trump berkunjung ke Gereja St. John's di mana dia memegang Alkitab untuk sesi foto bersama staf dan anggota kabinet, tetapi dia tidak berdoa.

"Presiden mengangkat Alkitab di gereja St. John's kemarin. Saya hanya berharap semoga dia sering-sering membukanya, daripada sekedar memamerkannya," kata Biden dalam pidato di Philadelphia, Selasa (2/6/2020) waktu setempat.

"Jika dia membukanya, maka dia bisa belajar sesuatu," sindirnya.

Kunjungan Trump itu dilakukan sesaat setelah dia menyampaikan pidato untuk mengatasi kerusuhan di berbagai kota akibat tewasnya warga kulit hitam George Floyd, berjanji mengerahkan tentara, memenjarakan para perusuh, dan memulihkan ketertiban. Ketika dia berpidato, dentuman gas air mata dan suara tembakan peluru karet membahana di luar Gedung Putih, di mana pasukan secret service berupaya menghalau para demonstran.

Baca juga: Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Dalam tujuh hari terakhir, negara tersebut dilanda aksi massa yang sebagian berujung ricuh dan diwarnai penjarahan serta vandalisme, di tengah masih mengganasnya wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 105.000 warga AS dan menginfeksi 1,8 juta lainnya. Pandemik corona juga menyebabkan angka pengangguran di negara itu melebihi 40 juta orang.

Saya akan menjalankan tugas dan memikul tanggung jawab -- saya tidak akan menyalahkan orang lain

Biden berjanji kalau terpilih pada November nanti dia akan menghapus “egoisme dan ketakutan” yang menurut dia telah mewarnai era pemerintahan Trump selama ini.

"Saya tidak akan menyebarkan ketakutan dan perpecahan. Saya tidak akan mengipasi kebencian. Saya akan mencari kesembuhan untuk luka akibat rasialisme yang sudah lama menjangkiti negeri ini, bukan memanfaatkannya untuk keuntungan politik. Saya akan menjalankan tugas dan memikul tanggung jawab -- saya tidak akan menyalahkan orang lain," kata Biden.

Ini pertama kalinya Biden keluar dari Delaware selama berbulan-bulan di tengah pandemik virus corona yang menghalangi aktivitas kampanye perorangan.

Biden juga menyampaikan tantangan kepada warga Amerika: "Lihatlah di mana kita berada sekarang dan cobalah berpikir lagi: Apa benar ini jati diri kita? Apakah kita ingin seperti ini?"

"Apakah ini yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita -- ketakutan, kemarahan, melempar kesalahan -- dan bukannya mengejar kebahagiaan? Inkompetensi dan keresahan, tepuk dada dan egoisme?" lanjutnya.

Baca juga: Kepala Polisi ke Trump: Tutup Mulut, Ini Bukan Hollywood

Biden menyerukan kepada Kongres untuk bersiap membasmi rasialisme yang sistemik dan membentuk dewan pengawas kepolisian kalau dia terpilih presiden.

"Sekarang waktunya untuk mengesahkan legislasi yang akan benar-benar memenuhi janji konstitusi dalam perlindungan hukum," kata Biden.

Di awal pidatonya, dia menyinggung kasus tewasnya Floyd di tangan polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu.

"'I can't breathe. I can't breathe.' Itu adalah kata-kata terakhir George Floyd. Kata-kata itu tidak mati bersamanya, tetapi masih terdengar dan bergema ke seluruh penjuru negeri," kata Biden.

"Kata-kata itu disampaikan ke sebuah negara di mana sangat sering hidup Anda dalam bahaya hanya karena warna kulit Anda. Kata-kata itu disampaikan ke sebuah negara di mana lebih dari 100.000 orang telah kehilangan nyawa karena virus, dan 40 juta warga Amerika kehilangan pekerjaan -- dengan proporsi kematian dan kehilangan pekerjaan yang lebih berat kepada kaum kulit hitam dan minoritas lainnya," kata Biden.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNN


BERITA LAINNYA

Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

Chile akan mengizinkan pelancong asing yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 untuk memasuki negara itu mulai 1 Oktober.

DUNIA | 17 September 2021

Perselisihan Internal Taliban Telah Meningkat

Gesekan atau perselisihan internal antara pragmatis dan ideolog dalam kepemimpinan Taliban telah meningkat.

DUNIA | 17 September 2021

Laos Perpanjang Karantina Nasional hingga 30 September

Pemerintah Laos telah memperpanjang karantina nasional saat ini selama 15 hari lagi untuk menahan penyebaran Covid-19 hingga 30 September.

DUNIA | 17 September 2021

Pemimpin ISIS Afrika Tewas, Prancis Klaim Kemenangan Besar

Pemimpin kelompok ISIS wilayah Afrika, Adnan Abu Walid al-Sahrawi tewas dalam serangan drone di Mali selatan.

DUNIA | 17 September 2021

Prancis Tangguhkan Gaji 3.000 Petugas Nakes yang Tolak Vaksinasi Covid-19

Prancis telah menangguhkan 3.000 petugas kesehatan tanpa bayaran gaji karena menolak vaksin Covid-19.

DUNIA | 17 September 2021

Libia Buka Kembali Perbatasan dengan Tunisia

Pemerintah Libia mengumumkan pembukaan kembali perbatasannya dengan negara tetangga Tunisia, terkait pandemi Covid-19.

DUNIA | 17 September 2021

Taliban Serahkan Uang Rp 123 Miliar dan Emas ke Bank Sentral Afghanistan

Kelompok milisi Taliban menyerahkan uang kontan US$ 12,3 juta (Rp 123 miliar) dan emas sitaan kepada bank sentral Da Afghanistan (DAB)

DUNIA | 17 September 2021

Buntut Evakuasi di Kabul, Menlu Belanda Mengundurkan Diri

Menteri Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaag, telah mengundurkan diri dari jabatannya.

DUNIA | 17 September 2021

UE Janjikan 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

Uni Eropa (UE) akan menyumbangkan lagi 200 juta dosis vaksin Covid-19 ke Afrika dan negara-negara miskin berpenghasilan rendah.

DUNIA | 17 September 2021

Krisis Kemanusiaan Mengancam, IMF Isyaratkan Bantuan ke Afghanistan

IMF pada Kamis (16/9/2021) menyerukan komunitas internasional harus mengambil tindakan segera untuk mencegah krisis kemanusiaan di Afghanistan.

DUNIA | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

DUNIA | 20 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings