Italia Mulai Cabut Lockdown, PM: “Kita Berhak Tersenyum”

Italia Mulai Cabut Lockdown, PM: “Kita Berhak Tersenyum”
Tim akrobatik Angkatan Udara Italia, Frecce Tricolori (Panah Tiga Warna), beraksi di atas monumen Altare della Patria di Roma, 2 Juni 2020, ketika pembatasan sosial akibat wabah Covid-19 mulai dicabut. (Foto: AFP)
Heru Andriyanto / HA Kamis, 4 Juni 2020 | 06:12 WIB

Beritasatu.com – Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte memberi pesan penuh harapan kepada warganya, Rabu (3/6/2020) waktu setempat, ketika Italia mulai masuk tahap akhir untuk mencabut lockdown atau karantina wilayah yang dulu ditetapkan akibat wabah Covid-19.

"Kita berhak untuk tersenyum dan bersuka cita, setelah pekan-pekan yang penuh pengorbanan," kata Conte.

Dia menambahkan sekarang waktunya bagi Italia untuk bangkit dan mereformasi ekonomi.

Dengan lebih dari 33.600 korban jiwa dan hampir 234.000 kasus infeksi, Italia adalah salah satu negara yang paling parah terdampak wabah virus corona di dunia.

Hanya Amerika Serikat dan Inggris yang memiliki korban jiwa lebih besar dari Italia.

Baca juga: Tolak Lockdown, Swedia Tanggung Akibatnya Sekarang

Mulai Rabu, Italia kembali mengizinkan perjalanan antar wilayah di negara tersebut, dan membuka kembali pintu perbatasan internasionalnya.

Dua perempuan berbincang dan berbagi bunga, dipisahkan pagar perbatasan Slovenia dan Italia, 3 Juni 2020. (AFP)

"Krisis ini harus menjadi peluang bagi kita untuk mengatasi problem struktural dan merancang ulang negara ini," kata Conte.

"Kita harus mengatasi masalah darurat ekonomi dan sosial."

Namun, dia juga mengingatkan warga Italia untuk tetap waspada terhadap pandemik dan “cara paling efektif adalah physical distancing dan pemakaian masker”.

Presiden Italia Sergio Mattarella juga mengingatkan ancaman virus corona belum sepenuhnya lenyap.

"Krisis ini belum selesai, semua lembaga dan rakyat masih harus menghadapi konsekuensi dan trauma yang mengikutinya," kata presiden.

Pencabutan Lockdown
Ketika lockdown mulai diterapkan awal Maret, perjalanan domestik dilarang keras dengan hanya sedikit pengecualian. Pariwisata juga sepenuhnya ditutup dan orang yang masuk Italia wajib dikarantina dua pekan.

Mulai Rabu, warga Italia boleh bepergian antar kota.

Perjalanan dari dan ke negara-negara Eropa lainnya sudah diizinkan, tergantung pada aturan di negara tujuan. Namun, perjalanan keluar dari benua Eropa masih dilarang.

Toko, café, dan restoran mulai dibuka lagi, dan sejumlah lokasi wisata seperti Menara Miring Pisa dan Koloseum sudah menerima kunjungan.



Sumber: BBC