Dalam Sebulan, Kasus Covid-19 di Pakistan Naik 500%

Dalam Sebulan, Kasus Covid-19 di Pakistan Naik 500%
Penumpang berdesakan di bagian belakang truk mini, setelah pemerintah mengizinkan kembali layanan transportasi umum pascadilonggarkannya penguncian terkait pandemi Covid-19, di Kota pelabuhan Pakistan, Karachi, Rabu (3/6/2020). (Foto: AFP)
Jeany Aipassa / JAI Jumat, 5 Juni 2020 | 12:17 WIB

Islamabad, Beritastau.com - Para pejabat kesehatan Pakistan, mengatakan jumlah kasus virus corona (Covid-19) positif meningkat hampir 500% dalam sebulan terakhir. Provinsi Punjab yang terpadat di Pakistan mengalami dampak terparah dari pandemi Covid-19.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu (3/6/2020), pejabat kesehatan mengungkapkan pandemi Covid telah menginfeksi lebih dari 80.000 orang dan membunuh 1.700 diantaranya, termasuk lima anggota parlemen nasional dan provinsi.

Padahal per 30 April 2020, jumlah kasus Covid-19 positif di negara itu tercatat sebanyak 16.400 orang dengan hanya sekitar 300 kasus kematian.

Bahkan pada Rabu (3/6/2020), Pakistan mencatat 67 kematian dan 4.131 pasien baru dalam 24 jam terakhir, yang sekaligus menjadi peningkatan infeksi tertinggi Covid-19 dalam satu hari, dan kedua terbesar setelah Rusia di mana lebih dari 8.500 pasien dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Sebuah survei sampel resmi telah menyimpulkan bahwa sekitar 700.000 orang mungkin telah terinfeksi di ibukota provinsi, Lahore, kota terbesar kedua di negara itu. Temuan menunjukkan "tidak ada tempat kerja, pasar, dan daerah perumahan yang bebas dari penyebaran virus Covid-19.

Menteri Kesehatan Provinsi Lahore, Yasmin Rashid, mengatakan kepada wartawan bahwa penelitian itu dilakukan oleh tim ahli lokal dan internasional dengan tujuan membantu pemerintah menilai bagaimana penyakit ini akan tumbuh dalam beberapa minggu mendatang.

"Sampel yang dikumpulkan memiliki tingkat infektivitas sekitar 5,8%. Ini adalah angka ekstrapolasi yang kami gunakan untuk memerangi penyakit, tetapi mereka telah membantu kami meningkatkan ukuran kami (terhadap Covid-19, red),” kata Yasmin Rashid.

Meskipun Pakistan menyaksikan peningkatan signifikan kasus Covid-19, namun Perdana Menteri Imran Khan telah menolak seruan untuk memberlakukan kuncian total untuk membendung penyebaran penyakit.

Imran Khan berasalan, langkah seperti itu akan membahayakan kehidupan jutaan keluarga yang dilanda kemiskinan, sebagian besar dari upah harian dan buruh.

Pakistan telah melonggarkan aturan penguncian, dan mengizinkan alat transportasi publik kembali beroperasi. Tak ada kewajiban menggunakan masker dan menjaga jarak sosial. Hal itu dimanfaatkan warga Pakistan yang menggunakan transportasi publik hingga berdesak-desakan.



Sumber: BBC, Suara Pembaruan