Menhan India: Tentara Tiongkok dalam Jumlah Besar Masuki Perbatasan Himalaya

Menhan India: Tentara Tiongkok dalam Jumlah Besar Masuki Perbatasan Himalaya
Rajnath Singh (Foto: Istimewa)
Jeany Aipassa / JAI Jumat, 5 Juni 2020 | 12:38 WIB

New Delhi, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menpan) India, Rajnath Singh, mengatakan tentara Tiongkok dalam jumlah besar telah memasuki Garis Kontrol Aktual (LAC) yang menjadi perbatasan dengan India, di Himalaya.

Dalam wawancara dengan CNN, Kamis (4/6/2020), Rajnath Singh mengakui ada ketegangan akibat India dan Tiongkok tetap berpegang pada klaim bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari kedaulatan masing-masing ngara.

"Memang benar bahwa orang-orang Tiongkok kini berada di perbatasan dan jumlah mereka sangat banyak. Mereka mengklaim itu adalah wilayah mereka. Klaim kami adalah wilayah kami. Ada ketidaksepakatan tentang itu, tapi India telah melakukan apa yang perlu dilakukan," Kata Rajnath Singh selama wawancara tersebut.

Menurut dia, pembicaraan tingkat tinggi antara kedua negara akan diadakan pada 6 Juni 2020, yang melibatkan komandan pasukan di perbatasan kedua negara.

Rajnath Singh menegaskan bahwa India akan memperjuangkan wilayahnya dan tak akan membiarkan kedaulatannya dilanggar oleh pihak manapun.

"Kami tidak ingin ada negara tunduk di depan kami, dan kami tidak akan tunduk di depan negara mana pun," ujar Rajnath Singh.

India dan Tiongkok berbagi salah satu perbatasan darat terpanjang di dunia, tepatnya di wilayah Himalaya, Kashmir. Pada 1962, kedua negara terlibat dalam perang perbatasan berdarah Himalaya, dan ketegangan terus pecah di sana secara sporadis dalam beberapa dekade sejak itu.

Bulan lalu, pertempuran lintas perbatasan yang agresif antara pasukan Tiongkok dan India mengakibatkan cedera ringan pada pasukan. Insiden ini telah diikuti dalam beberapa pekan terakhir oleh laporan-laporan ketegangan di wilayah pegunungan yang belum dikonfirmasi, dan tidak ada pihak yang secara terbuka mengakui. 

Pada 1 Juni 2020, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, mengatakan dalam konferensi pers bahwa situasi di perbatasan itu "stabil dan dapat dikendalikan" karena kedua pihak memilih jalur diplomatik dan dialog.

Komentar Zhao Lijian muncul sehari setelah tabloid nasionalistik yang dikelola pemerintah Cahina, Global Times, mempublikasikan sebuah artikel tentang berbagai senjata militer baru Tiongkok yang dapat digunakan untuk "konflik di kawasan tinggi," seperti perbatasan Himalaya. Sejumlah media juga melaporkan pasukan militer Tiongkok bahkan melakukan latihan di Tibet, untuk uji coba peralatan militer di ketinggian.

Sejarang Panjang

India dan Tiongkok memiliki sejarah panjang sengketa wilayah di pegunungan Himalaya sejak 1962. Pada 1993, setelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan dan negosiasi teritorial, Tiongkok dan India akhirnya menandatangani perjanjian yang berusaha untuk menandai bentangan panjang perbatasan antara kedua negara.

Perbatasan itu dikenal sebagai LAC, tetapi lokasinya yang tepat bisa buram, dan masih ada perselisihan antara Tiongkok dan India mengenai di mana titik perbatasan satu negara berakhir dan yang lainnya dimulai.

Mantan Menteri Luar Negeri India Nirupama Rao mengatakan di akun Twitter resminya bahwa Delhi dan Beijing bahkan tidak bisa menyepakati panjang perbatasan antara kedua negara.

"Perbatasan India-Tiongkok panjangnya 3.488 kilometer. Tapi dalam definisi Tiongkok, perbatasan India-Tiongkok adalah sekitar 2.000 kilometer (1.242 mil)," kata Rao.

Ketegangan perbatasan terakhir kali memuncak pada 2017, ketika pasukan berkumpul di dan sekitar dataran tinggi Doklam yang disengketakan, sebidang tanah tipis di persimpangan antara India, Tiongkok dan Bhutan. Meskipun bukan bagian dari wilayah India, daerah itu dekat dengan "leher ayam," koridor strategis yang berfungsi sebagai arteri vital antara Delhi dan negara-negara bagian timur lautnya.

Bhutan menuduh Tiongkok membangun jalan di dalam wilayahnya, yang ditolak Beijing. India kemudian melangkah untuk mendukung klaim Bhutan, yang mengarah ke kebuntuan berbulan-bulan, yang meliputi latihan tembak langsung oleh Tentara Pembebasan Rakyat di perbatasan.



Sumber: CNN, Times of India, Suara Pembaruan