Amerika Rusuh, Tiongkok: "Pemandangan yang Indah!"
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Amerika Rusuh, Tiongkok: "Pemandangan yang Indah!"

Sabtu, 6 Juni 2020 | 16:22 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Aksi massa di berbagai wilayah Amerika Serikat membuat dunia terhenyak, tetapi Tiongkok menyimaknya dengan perspektif dan kepentingan yang sangat khusus.

Demonstrasi anti-rasialisme di berbagai kota AS memberi amunisi bagi Beijing untuk menyerang balik Washington, yang tahun lalu mendukung penuh aksi demonstran pro-demokrasi di Hong Kong yang juga kerap berakhir ricuh.

Media-media Tiongkok memberi ruang besar pada liputan di AS ini, menyoroti berbagai insiden kerusuhan yang terjadi dan dugaan kekerasan polisi, sembari mengklaim bahwa stabilitas di Tiongkok jauh lebih mantap.

Para diplomat Tiongkok juga sesumbar bahwa Tiongkok bisa bertindak sebagai pemimpin global yang lebih bertanggung jawab, dan ikut gerakan solidaritas menentang diskriminasi rasial dan ketidakadilan di AS.

“Pemandangan yang Indah”
Kantor berita pemerintah Tiongkok Xinhua menggambarkan kerusuhan sipil di AS itu sebagai "pemandangan yang indah seperti kata Pelosi” -- merujuk pada komentar Ketua DPR AS Nancy Pelosi tahun lalu yang mengatakan bahwa aksi protes di Hong Kong adalah "sebuah pemandangan yang indah untuk dinikmati".

Hu Xijin, kepala editor media bahasa Inggris Tiongkok Global Times, menulis bahwa para politisi AS sekarang “bisa menikmati pemandangan itu langsung dari jendela mereka sendiri".

Beijing dari dulu mengecam para politisi AS termasuk Pelosi karena “mengglorifikasi kekerasan" yang dipicu para demonstran di Hong Kong, yang oleh Tiongkok dikategorikan sebagai “perusuh dengan tendensi terorisme”.

Itu persis gambaran Presiden AS Donald Trump atas aksi massa yang berakhir ricuh, yang dia sebut melibatkan preman, ekstremis, dan bahkan teroris.

Aksi massa di Hong Kong berlangsung hampir sepanjang 2019, sehingga memaksa Beijing untuk mengadposi UU Keamanan Nasional yang baru bulan lalu, hanya dua pekan menjelang peringatan tahun ke-31 tragedi Lapangan Tiananmen.

Aynne Kokas, peneliti di Miller Center for Public Affairs, University of Virginia, AS, mengatakan baik AS maupun RRT sama-sama menghadapi masalah instabilitas dalam negeri yang dipicu oleh pandemik virus corona dan kisruh politik.

"Sekarang menjadi saat menentukan di mana Tiongkok bisa memanfaatkan rapuhnya stabilitas di AS, sehingga bisa secara efisien mempromosikan tujuan-tujuannya sendiri terkait keamanan nasional," kata Kokas.

Standar Ganda
Para petinggi Tiongkok dan Hong Kong menuduh AS telah menerapkan standar ganda untuk menghadapi perlawanan sipil.

"Anda tahu ada kerusuhan di Amerika Serikat dan kami melihat bagaimana reaksi pemerintah setempat," kata pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

"Dan lalu di Hong Kong, ketika kita juga menghadapi kerusuhan, kami juga melihat bagaimana posisi mereka ketika itu."

Para pengguna media sosial Tiongkok mengikuti sentimen tersebut dan menyebut Amerika sebagai "negara standar ganda".

Tuduhan kekerasan polisi selama aksi protes di AS terus menjadi sorotan media-media pemerintah Tiongkok untuk menunjukkan betapa lemahnya Washington ketika berkoar-koar soal kebebasan dan demokrasi.

Televisi pemerintah China Central Television memberitakan bahwa para wartawan Amerika diserang dengan semprotan merica dan seorang fotograper nyaris buta karena hantaman peluru karet aparat saat meliput aksi massa.

Menurut pakar komunikasi global Professor Maria Repnikova dari Georgia State University, liputan media-media Tiongkok itu punya dasar.

"Liputan para media itu sangat bermakna, karena mereka tidak mengarangnya," kata Repnikova. Namun, dia juga mengingatkan bahwa media pemerintah Tiongkok melakukan tebang pilih dengan memperlihatkan perlakuan polisi Hong Kong yang lebih moderat, tetapi memilih insiden yang paling keras dari kejadian di AS.

Di laman media sosial Weibo, para penggunanya menilai kebebasan dan demokrasi di AS juga dipertaruhkan karena aksi damai dilawan dengan gas air mata dan tentara juga dilibatkan untuk membubarkan massa.

"Media pemerintah Tiongkok seharusnya tak perlu susah payah membangun narasi, mereka cukup bicara secara objektif saja atas apa yang terjadi Washington DC, yang sudah jelas mengabaikan prinsip-prinsip kebebasan berbicara dan kemerdekaan untuk berserikat,” kata Kokas, pakar dari University of Virginia.

Retorika AS tentang hak-hak demokrasi di Hong Kong menjadi terdengar “kosong melompong” sekarang, “ketika sejumlah helikopter militer berputar-putar di langit [Washington] DC," imbuhnya.

Para diplomat Tiongkok sekarang menjadi makin berani mempromosikan negaranya sebagai pemimpin global menggantikan AS.

Menurut Kokas, RRT telah mengembangkan strategi propaganda terkait pandemik Covid-19 -- ketika Amerika gagal, Tiongkok hadir untuk membantu Anda.

“I Can’t Breathe”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, bercuit "I can't breathe", diikuti tangkapan layar pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Morgan Ortagus sebelumnya yang mengkritik upaya Beijing dalam menangani masalah Hong Kong.

I can’t breathe” (saya tidak bisa bernapas) adalah kata-kata terakhir George Floyd, sebelum pria kulit hitam itu tewas karena tengkuknya ditindih dengan lutut oleh polisi Minneapolis pada 25 Mei, insiden yang memicu kerusuhan di AS hingga 10 hari lebih.

Sebetulnya bukan hanya Tiongkok. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebutkan betapa munafiknya AS karena kerap membuat pernyataan tertulis untuk mengkritik dan menuduh pelanggaran HAM di negara lain.

Zakharova secara sarkastik meminta Gedung Putih untuk merilis pernyataan pers mengecam aparatnya sendiri.

"Tampaknya rekan-rekan Amerika kita agak teralihkan perhatiannya sekarang ini dari pernyataan-pernyataan bernada memerintah yang selama bertahun-tahun mereka sebarkan jika terkait negara lain. Berkacalah, lalu tuangkan semua yang mereka lihat di sana dalam sebuah pernyataan resmi, seperti yang biasa mereka kirimkan ke berbagai negara di dunia," kata Zakharova.

Amerika Rusuh, Tiongkok:

Olok-olok pengguna Twitter di Amerika yang menyindir standar ganda Donald Trump.

Reaksi di Medsos Tiongkok
Unggahan terkait kerusuhan di AS menjadi topik diskusi hangat dan ditonton hingga 25 miliar kali di platform media sosial Tiongkok, Weibo.

"Pemerintah AS telah menyulut kekerasan di seluruh dunia, sekarang rakyat Amerika akhirnya terbangun. Pemerintah AS layak mendapatkan ini,” tulis seorang pengguna.

Sentimen anti-Amerika memang tengah meningkat di sana, seiring memburuknya hubungan dua negara akibat perang dagang, masalah Hong Kong, dan pandemik virus corona.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BBC, CNN

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Israel Selesaikan Pagar Penghalang Berteknologi di Gaza

Israel pada Selasa (7/12/2021) mengumumkan penyelesaian pembangunan tembok bawah tanah berteknologi tinggi di sekitar Jalur Gaza.

DUNIA | 9 Desember 2021

Di Tengah Krisis, Presiden Burkina Faso Pecat PM

Presiden Burkina Faso, Roch Marc Christian Kabore memecat perdana menteri Christophe Dabire di tengah krisis keamanan.

DUNIA | 9 Desember 2021

Australia Usulkan Bank Sentral Mata Uang Digital

Australia mengusulkan bank sentral mata uang digital, termasuk kripto untuk mengatur pasar.

DUNIA | 9 Desember 2021

Meta Larang Akun Bisnis Tentara Myanmar

Meta Platforms, sebelumnya dikenal sebagai Facebook, akan melarang semua bisnis yang dikendalikan militer Myanmar di platformnya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Skandal Clubbing, PM Finlandia Minta Maaf

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin telah meminta maaf karena pergi clubbing setelah melakukan kontak dekat dengan kasus Covid-19.

DUNIA | 9 Desember 2021

Filipina Akan Larang Perjalanan dari Prancis

Filipina akan melarang perjalanan dari Prancis mulai 13 Desember 2021 untuk membendung penyebaran varian virus corona, Omicron.

DUNIA | 9 Desember 2021

Radio Wanita Afghanistan Bertahan dalam Aturan Taliban

Radio Begum menyiarkan suara-suara wanita yang telah dibungkam di seluruh Afghanistan meskipun menghadapi aturan keras Taliban.

DUNIA | 9 Desember 2021

Gelombang Kelima Covid-19 di Prancis Belum Masa Puncak

Gelombang kelima Covid-19 yang melanda Prancis belum mencapai puncaknya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Institut Serum India Pangkas Separuh Produksi Vaksin Covid

Institut Serum India, pembuat vaksin terbesar di dunia, telah mengumumkan akan memangkas separuh produksinya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Ignazio Cassis Jadi Presiden Swiss

Parlemen Swiss pada Rabu (8/12/2021) memilih Menteri Luar Negeri Ignazio Cassis untuk menjadi presiden berikutnya pada Hari Tahun Baru.

DUNIA | 9 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Israel Selesaikan Pagar Penghalang Berteknologi di Gaza

Israel Selesaikan Pagar Penghalang Berteknologi di Gaza

DUNIA | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings