Gelombang Demonstrasi Black Lives Matter di AS dan Seluruh Dunia Terus Berlangsung

Gelombang Demonstrasi Black Lives Matter di AS dan Seluruh Dunia Terus Berlangsung
Massa berunjuk rasa di Washington menyusul kematian George Floyd. (Foto: AFP)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 7 Juni 2020 | 06:37 WIB

Washington, Beritasatu.com - Gelombang protes Black Lives Matter di AS dan seluruh dunia terus berlangsung hingga saat ini, atau Sabtu waktu AS. Dipicu oleh kematian George Floyd bulan lalu, aksi massa memprotes isu rasisme dan kebrutalan polisi terus terjadi selama 12 hari terakhir.

Di Washington D.C., ribuan orang diperkirakan akan melakukan aksi protes terbesar di kota itu sejauh ini. Polisi mengatakan akan menutup jalanan hingga tengah malam.

Tidak hanya di AS, demonstrasi juga terjadi di seluruh dunia, mulai dari Eropa hingga Australia, di mana ribuan demonstran mendesak hentikan rasisme dan kebrutalan polisi di negara masing-masing. Demonstrasi skala besar terjadi di Paris dan Nice di Prancis, Turin di Italia, Frankfurt, Cologne, dan Berlin di Jerman, London dan Manchester di Inggris, Sydney dan Brisbane di Australia.

Lebih dari 43.300 personel militer AS yang tergabung dalam National Guard disiagakan di 34 negara bagian dan Washington. Aksi massa pada umumnya berjalan damai, tetapi ada juga yang dari damai berubah menjadi penjarahan dan kerusuhan.

George Floyd (46), seorang pria berkulit hitam, tewas setelah ditahan polisi Minneapolis. Dalam video penangkapan, terlihat seorang polisi kulit putih menindih leher Floyd selama 8 menit, meskipun Floyd meminta tolong karena dia tidak dapat bernapas.

Polisi tersebut, Derek Chauvin, telah dipecat dan didakwa dengan pembunuhan. Tiga petugas polisi lain yang terlibat dalam penangkapan Floyd juga sudah dipecat dan didakwa dengan kaki tangan pembunuhan.

Menanggapi gelombang kemarahan massa, beberapa pemerintahan kota telah merumahkan sementara petugas yang tertangkap kamera melakukan kekerasan terhadap demonstran, juga melarang taktik seperti mencekik dan penggunaan gas air mata dan peluru karet.

Dua anggota Kepolisian Buffalo terekam kamera menjatuhkan pria lansia berumur 75 tahun hingga berdarah dan membiarkannya begitu saja di Balai Kota Buffalo, Kamis lalu. Mereka sudah didakwa dengan penyerangan pada Sabtu. Di Philadelphia, seorang polisi didakwa karena memukul mahasiswa dengan tongkat hingga berdarah dan harus dijahit. Dua anggota NYPD juga dirumahkan karena terekam menyerang demonstran. Salah satunya terlihat mendorong perempuan hingga terjatuh dan polisi lainnya mencopot masker dan menyemprot pepper spray ke seorang demonstran. Beredar juga video anggota NYPD menerobos kerumunan demonstran dengan mobil.



Sumber: CNBC.com