Protokol Contact Tracing Berantakan, Amazon Dituntut Pegawainya

Protokol Contact Tracing Berantakan, Amazon Dituntut Pegawainya
Logo Amazon. (Foto: AFP)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 7 Juni 2020 | 07:45 WIB

New York, Beritasatu.com - Tiga pegawai Amazon menuntut perusahaan mereka karena lalai dalam menerapkan protokol kesehatan yang layak, setelah beberapa pegawainya di salah satu gudang perusahaan dinyatakan positif Covid-19.

Respons Amazon dalam menghadapi Covid-19 menuai kritik dari berbagai pihak, mulai dari karyawannya sendiri hingga politisi. Mereka menilai Amazon lamban dalam memberikan peralatan pelindung dan menerapkan protokol kesehatan untuk karyawan mereka.

CEO Amazon Jeff Bezos mengatakan pihaknya telah memberikan perlindungan yang cukup bagi karyawan mereka. Dalam keterangan resmi perusahaan, Amazon mengatakan telah menyediakan 100 juta lebih masker, 2.000 lebih tempat cuci tangan, menambah 5.700 petugas kebersihan, menyediakan 34 juta sarung tangan, 48 juta ons hand sanitizer dan 31.000 thermometer dan 1.000 lebih kamera thermal. Amazon juga menghabiskan dana US$ 85 juta atau lebih dari Rp 1 triliun untuk pengecekan keamanan dan audit lokasi di seluruh dunia.

Namun, menurut tiga pekerja yang menuntut Amazon, perusahaan itu hanya "seolah-olah mematuhi protokol kesehatan". Mereka menilai Amazon tidak melakukan contact tracing dengan baik. Dalam tuntutan yang diajukan ke US District Court di New York, disebutkan terdapat beberapa kasus Covid-19 di gudang tempat mereka bekerja di Staten Island karena Amazon mengabaikan contact tracing. Tuntutan juga mengatakan Amazon dengan sengaja menutupi identitas karyawan yang positif Covid-19.

Para pekerja ini tidak menuntut uang ganti rugi, tetapi meminta pengadilan memaksa Amazon untuk mengikuti standard kesehatan publik.

Selama ini, contact tracing di Amazon dilakukan dengan memantau pergerakan karyawannya yang positif Covid-19 CCTV. Lalu, perusahaan akan mengabari siapa saja yang kontak dengan karyawan yang positif Covid-19 dan meminta mereka mengkarantina diri. Sementara menurut peraturan CDC, perusahaan direkomendasikan mewawancara karyawannya, selain memantau lewat CCTV, supaya mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Tuntutan dari karyawan juga meminta Amazon mengontrak pihak ketiga untuk melakukan contact tracing.



Sumber: CNBC.com