Kasus Covid-19 di Arab Saudi Tembus 100.000 Orang

Kasus Covid-19 di Arab Saudi Tembus 100.000 Orang
Otoritas Arab Saudi kembali menerapkan jam malam, termasuk di Mekah, yakni mulai pukul 15:00 hingga 06:00 waktu setempat, hingga 20 Juni 2020, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. (Foto: AFP)
Jeany Aipassa / JAI Senin, 8 Juni 2020 | 13:28 WIB

Riyadh, Beritasatu.com - Jumlah kasus virus corona (Covid-19) di Arab Saudi menembus 100.000 orang, pada Minggu (7/6/2020), menyusul peningkatan infeksi baru selama sepuluh hari terakhir.

Kementerian Kesehatan Saudi melaporkan 3.045 kasus baru pada Minggu (7/6/2020), sehingga total kasus menjadi 101.914, dengan 712 kematian. Jumlah kasus harian baru melebihi 3.000 untuk pertama kalinya pada Sabtu (6/62020).

Negara berpenduduk 30 juta orang ini mencatat infeksi Covid-19 pertamanya pada 2 Maret. Pada April 2020, virus Covid-19 menginfeksi antara 10.000 dan 20.000 orang di Arab Saudi. Lalu meningkat menjadi 80.000 kasus hingga melampaui kasus di Tiongkok, pada Mei 2020.

Dengan jumlah kasus Covid-19 yang telah menembus 100.000, Arab Saudi menempati posisi pertama yang terdampak para virus corona di antara enam anggota negara-negara Teluk. Saat ini, enam negara Dewan Kerjasama Teluk telah mencatat 272.625 kasus infeksi dan 1.406 kematian akibat Covid-19

Kementerian Kesehatan Saudi memperkirakan peningkatan kasus Covid-19 melonjak selama dan pasca liburan Idul Fitri. Banyak pasien berusia lanjut yang tidak melakukan perjalanan, terinfeksi dari anggota keluarga mereka yang berkunjung saat Idul Fitri.

Dokter penyakit dalam dan penyakit menular, Nezar Bahabri, mengatakan dengan berasumsi bahwa masa inkubasi virus adalah 14 hari, kemungkinan peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi pada wal Juni 2020, disebabkan oleh perjalanan selama Idul Fitri.

"Tuhan tahu apa yang terjadi beberapa hari sebelum Idul Fitri. Hari ini, kita menyaksikan konsekuensi dari apa yang terjadi selama liburan Idul Fitri. Ini tidak terkait dengan pelonggaran kuncian setelah Idul Fitri," kata ahli penyakit dalam dan penyakit menular, Nezar Bahabri, kepada Saudi al-Resalah.

Pada sabtu (6/6/2020), ototitas Arab Saudi mengumumkan kembali memberlakukan jam malam, terutama di Kota Suci Mekah dan Jeddah selama 15 hari, mulai 6 Juni 2020 hingga 21 Juni 2020. Jam malam berlaku mulai pukul 15.00 hingga pukul 06.00 hari berikutnya.

Selain jam malam, pemerintah Saudi menerapkan kembali beberapa pembatasan lain, yakni melarang doa di masjid, makan di restoran, dan kehadiran langsung di tempat kerja ditangguhkan selama dua minggu ke depan. Pertemuan lebih dari lima orang juga dilarang.



Sumber: Al Monitors, Reuters, Suara Pembaruan