Sudah 138 Jurnalis Meninggal karena Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sudah 138 Jurnalis Meninggal karena Covid-19

Selasa, 9 Juni 2020 | 15:12 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak awal Maret 2020, setidaknya 138 jurnalis meninggal karena Covid-19. Mereka berasal dari 31 negara di dunia seperti dilansir Press Emblem Campaign (PEC), Selasa (9/6/2020). Pada bulan Mei saja terdata 72 jurnalis meninggal atau rata-rata lebih dari 2 orang sehari.

Angka yang sebenarnya tentu lebih tinggi, karena wartawan yang meninggal selama periode ini belum diuji secara komprehensif, misalnya, mereka meninggal karena serangan jantung yang mungkin terkait dengan Covid-19, atau kematian mereka belum diumumkan ke publik.

PEC, sebuah lembaga nirlaba yang yang fokus pada kebebasan pers dan keamanan jurnalis, membuat corona-tickeratau daftar untuk memberi penghormatan kepada para jurnalis yang meninggal karena Covid-19 di seluruh dunia. Ratusan pekerja media lainnya terbukti positif tertular Covid-19 dan sejumlah media harus ditutup untuk sementara.

PEC menyebutkan data yang dimilikinya berasal dari berbagai sumber termasuk perhimpunan jurnalis nasional, media setempat, dan koresponden PEC di seluruh dunia.

Disebutkan, keselamatan pekerja media sangat berisiko dalam krisis ini karena mereka harus terus menyediakan informasi di lapangan dengan mengunjungi rumah sakit, mewawancarai pejabat politik, ekonomi, dan ilmuwan, dokter, perawat maupun pasien. Lembaga yang bermarkas di Jenewa, Swiss, ini menyatakan belasungkawa kepada keluarga dan kolega para jurnalis yang meninggal.

Menurut Sekretaris Jenderal PEC, Blaise Lempen, pekerja media berperan penting dalam perang melawan Covid-19. "Mereka harus memberitakan seputar penyebaran penyakit tersebut. Beberapa dari mereka yang meninggal lantaran minimnya langkah perlindungan yang memadai ketika bertugas," katanya.

Pada rilis sebelumnya, PEC menyebut sekitar dua pertiga dari angka jurnalis yang meninggal karena Covid-19 itu didapat saat sedang bertugas. Menurut wilayah, Amerika Latin menjadi benua yang paling terdampak dengan sedikitnya 62 jurnalis, diikuti oleh Eropa, kemudian Asia, Amerika Utara, dan Afrika.

Negara yang disebut adalah Peru, Brasil, Meksiko, Ekuador, Bolivia, Republik Dominika, Kolombia, Nikaragua, Amerika Serikat, Kanada, Rusia, Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, Swedia, Austria, Belgia, Pakistan, Bangladesh, India, Iran, Jepang, Kamerun, Aljazair, Mesir, Maroko, Nigeria, Afrika Selatan, Togo. dan Zimbabwe.

Dari daftar 31 negara tersebut terlihat bahwa 10 negara dengan kasus Covid-19 terebanyak di dunia ada di dalamnya kecuali Jerman. Berdasarkan data Covid-19 Worldometers, jumlah kasus terbanyak ada di Amerika Serikat yang sudah menembus angka 2 juta. Berikutnya secara berurutan per Selasa (9/6/2020) adalah Brasil, Rusia, Spanyol, inggris, India, Italia, Peru, Jerman, dan Iran.

Angka jurnalis meninggal akibat Covid-19 yang dirilis PEC diakui kemungkinan lebih kecil dari yang sebenarnya. PEC menekankan bahwa jumlah tersebut merupakan penghitungan minimum yang dikonfirmasi. Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Global Investigative Journalism Network (GIJN) menyebutkan contoh pada 3 Mei, PEC telah mencatat 9 kematian reporter di Ekuador namun Fundamedios, sebuah LSM kebebasan pers di Amerika Latin, mencatat 12 kematian jurnalis terkait pandemi di Guayaquil, Ekuador.

"Tentu saja, sumber (kami) tidak mencukupi. Tentu saja jumlah sebenarnya lebih tinggi, pertama, karena beberapa jurnalis meninggal tanpa diuji; kedua, ada yang meninggal karena penyebab terkait virus seperti serangan jantung, tetapi tautannya tidak dapat disertifikasi; ketiga, karena hanya kematian jurnalis yang dikenal yang diumumkan; dan keempat, di beberapa negara kematian disembunyikan,” kata Lempen.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ledakan di Jalalabad, Afghanistan, 3 Orang Tewas

Serangkaian ledakan di Kota Jalalabad, Afghanistan menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sekitar 20 orang.

DUNIA | 19 September 2021

AS Siapkan Kebijakan untuk Kurangi Jumlah Migran di Bawah Jembatan Del Rio

AS akan meningkatkan jumlah "penerbangan pemindahan" untuk mengatasi ribuan migran yang membanjiri kota perbatasan Texas Del Rio.

DUNIA | 19 September 2021

Taliban Baru Izinkan Anak Perempuan Tingkat SD yang Boleh Kembali Sekolah

Sejumlah anak perempuan Afghanistan tingkat sekolah dasar (SD) kembali dengan kelas yang dipisahkan berdasarkan gender pada hari Sabtu.

DUNIA | 19 September 2021

PM Malaysia Khawatir AUKUS Akan Jadi Katalis Perlombaan Senjata Nuklir

PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob memperingatkan kesepakatan AUKUS untuk menyediakan Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir dapat memicu perlombaan senjata

DUNIA | 18 September 2021

Taliban Ganti Kementerian Wanita Jadi Kementerian Pembinaan

Pemerintah Taliban di Afghanistan mengganti kementerian wanita menjadi kementerian pembinaan.

DUNIA | 18 September 2021

Kebun Sayur di Atas Taksi, Marak di Bangkok

Kebun sayur baru marak bermunculan di tempat parkir Bangkok, Thailand.

DUNIA | 18 September 2021

Covid-19 Memperburuk Pelayanan Kesehatan Kenya

Pandemi Covid-19 memperburuk pelayanan kesehatan di Kenya ketika para nakes yang dibebani oleh tantangan krisis, berhenti mencari tempat kerja yang lebih baik

DUNIA | 18 September 2021

Januari 2022, Forum Ekonomi Dunia Akan Digelar di Davos

Forum Ekonomi Dunia (WEF) mengumumkan pada Kamis (16/9/2021) akan mengumpulkan elit politik dan bisnis global di Davos, Swiss Januari mendatang.

DUNIA | 18 September 2021

Kematian Terkait Pekerjaan Hampir Mencapai Dua Juta Orang Per Tahun

Hampir 2 juta orang meninggal karena penyebab yang berhubungan dengan pekerjaan setiap tahun.

DUNIA | 18 September 2021

Polisi Singapura dan Malaysia Bongkar Sindikat Love Scam

Kepolisian Singapura dan Malaysia bersama-sama melumpuhkan sindikat penipuan cinta internet (love scam) yang diyakini mengakibatkan kerugian lebih dari S$100.000 atau Rp 1,05 miliar.

DUNIA | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Rachmat Gobel Minta Pemasok Barang Kecil dan Menengah Dilindungi Pemerintah

Rachmat Gobel Minta Pemasok Barang Kecil dan Menengah Dilindungi Pemerintah

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings