Inggris Danai Uji Klinis Bakal Vaksin Corona

Inggris Danai Uji Klinis Bakal Vaksin  Corona
Foto dokumentasi pada 15 Mei 2020 memperlihatkan Chief Scientific Officer Dr Jeff Drew, memegang sampel bakal vaksin oral untuk penyakit Covid-19 yang sedang diuji untuk stabilitas suhu di laboratorium Stabilitech, Burgess Hill, Inggris. (Foto: AFP / BEN STANSALL)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 17 Juni 2020 | 09:35 WIB

London, Beritasatu.com-Para ilmuwan di perguruan tinggi negeri Inggris, Imperial College London, Senin (15/6), menyatakan akan memulai uji klinis pertama bakal vaksin Covid-19 dengan dana lebih dari 45 juta pounsterling (Rp 803,9 miliar).

Percobaan itu adalah uji klinis pertama kepada manusia atas teknologi baru yang biayanya didukung oleh pemerintah Inggris dan para donatur filantropi.

Uji coba Imperial digelar setelah tim tersebut memenangkan pendanaan 41 juta poundsterling (Rp 732 miliar) dari pemerintah Inggris ditambah 5 juta poundsterling (Rp 89,3 miliar) dari sumbangan filantropi.

Menteri Bisnis Inggris, Alok Sharma, mengatakan Imperial adalah salah satu yang terdepan dan mendapatkan dukungan penuh dari Inggris.

Profesor di departemen penyakit menular Imperial selaku pimpinan proyek tersebut, Robin Shattock, mengatakan dibandingkan memakai sebagian dari virus, seperti banyak vaksin saat ini, bakal vaksin yang dikembangkannya menggunakan untaian sintetis dari bahan genetik virus (RNA) yang dikemas di dalam tetesan kecil lemak.

Saat disuntikkan, bakal vaksin itu memerintahkan sel-sel otot memproduksi protein virus untuk melindungi infeksi di masa depan. Dalam uji coba pada hewan, vaksin itu terbukti aman dan memperlihatkan tanda-tanda dukungan kekebalan yang efektif.



Sumber: Suara Pembaruan