Pengamat: Kemerosotan Ekonomi Paksa Korut Provokasi Korsel
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat: Kemerosotan Ekonomi Paksa Korut Provokasi Korsel

Selasa, 23 Juni 2020 | 18:37 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Seoul, Beritasatu.com - Pengamat menilai kemerosotan ekonomi menjadi alasan utama Korea Utara (Korut) meledakan kantor penghubung antar-Korea di Kaesong untuk memprovokasi Korea Selatan (Korsel).

Lembaga Fitch Solution menyatakan pertumbuhan ekonomi Korut diperkirakan menyusut 6% pada tahun ini, akibat dampak perdagangan yang melambat dengan Tiongkok selaku mitra ekonomi terbesar Korut, serta sanksi AS yang menyebabkan arus dana dari Korsel menyusut.

Perdagangan Korut dengan Tiongkok telah melambat seiring penutupan perbatasan akibat wabah virus corona (Covid-19). Korut telah memutuskan menutup perbatasan dengan Tiongkok sejak Februari 2020, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok melaporkan pada Maret dan April 2020, ekspor Korut ke Tiongkok turun lebih dari 90% dibandingkan tahun lalu. Hal itu, sebagian besar disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19.

"Konteks ekonomi yang lebih besar tentu menunjukkan Pyongyang semakin terpojok. Sanksi AS jelas berdampak pada ekonomi Korut sebelum Covid-19, tetapi penutupan perbatasan dengan Tiongkok untuk mengekang penyebaran virus corona telah berkontribusi banyak menghambat ekonomi Korut,” kata Kyle Ferrier, direktur urusan akademik di Korea Economic Institute of America.

Menurut dia, sanksi AS terhadap Korut juga membuat Korsel tak bisa memenuhi janji untuk kerja sama ekonomi dengan Korut. Investasi yang seharusnya dialirkan Korsel ke Korut tersendat karena sanks AS terhadap Korut.

Perdagangan antar-Korea telah melambat menjadi sekitar US$ 3,5 juta hingga Mei 2020, turun signifikan dibandingkan US$ 2,7 miliar pada Mei 2019.

Bantuan kemanusiaan dari Korsel ke Korut juga mengering di bawah kampanye sanksi Trump terhadap Korut agar segera menghentikan program nuklir.

Korsel telah mengirim sekitar US$ 3 miliar dana bantuan kepada Korut sejak 1995, tetapi hanya total US$ 30 juta yang dikucurkan antara 2017 hingga 2019, sejak Trump menjadi Presiden AS.

"Upaya pemulihan hubungan selama beberapa tahun terakhir belum menghasilkan banyak dalam hal bantuan ekonomi untuk Korut. Bahkan saksi dari AS semakin menyulitkan kerja sama ekonomi dengan Korsel. Itu sebabnya, Korut memilih mengganggu Korsel agar dapat membantu mereka,” kata analis Fitch Solution, Anwita Basu.

Pernyataan senada juga disampaikan Van Jackson, mantan pejabat Pentagon yang sekarang mengajar di Victoria University of Wellington di Selandia Baru.

Menurut Van Jackson, kemerosotan ekonomi telah membuat Kim Jong-un frustasi, sehingga kemudian memerintahkan militer menyerang kantor penghubung antar-Korea untuk memprovokasi Korsel supaya membujuk AS mencabut sanksi terhadap Korut.

“Karena kemerosotan ekonomi, Korut memicu agresi. Hal ini akan terus berlangsung jika Korsel tidak segera membantu Korut, dimana perilaku Korut akan lebih provokatif, hingga tahun depan,” ujar Van Jackson.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Trump Bantah Negosiasi Perdagangan AS-Tiongkok Batal

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung membantah pernyataan ajudannya yang menyebut AS membatalkan negosiasi dagang dengan Tiongkok.

DUNIA | 23 Juni 2020

Pejabat Gedung Putih Sebut Negosiasi Dagang AS-Tiongkok Sudah "Berakhir"

Navarro mengatakan Donald Trump telah menghapuskan negosiasi perdagangan dengan Tiongkok karena intelijen AS yakin Covid-19 karena kesalahan Tiongkok.

DUNIA | 23 Juni 2020

Peningkatan Kasus Baru Covid-19 Dunia Catat Rekor

Hampir setengah dari peningkatan kasus baru tersebut terjadi di Amerika Serikat atau Brasil.

DUNIA | 22 Juni 2020

Trump Sebut Tim Kampanyenya "Lebai" dan "Overpromise"

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut tim kampanyenya "lebai" (berlebihan, Red) dan "overpromise" terkait penyelenggaraan kampanye di Tusla.

DUNIA | 22 Juni 2020

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 9 Juta, Meninggal 471.022

Hingga Senin (22/6/2020), jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) menembus angka 9 juta, tepatnya sebanyak 9.067.357.

DUNIA | 22 Juni 2020

Obsevatorium Dubai Buat Terobosan untuk Fenomena Eclipse

Obsevatorium Dubai membuat terobosan terkait fenomena gerhana matahari sebagian atau eclipse pada Minggu (21/6/2020), di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

DUNIA | 22 Juni 2020

Enam Staf Kampanye Trump di Tusla Positif Covid-19

Enam staf kampanye petahana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di Tusla, Oklahoma dilaporkan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

DUNIA | 22 Juni 2020

70 Tahun Bermusuhan, 30.000 Warga Korut Membelot ke Korsel

Tahun ini menandai 70 tahun meletusnya Perang Korea. Selama periode tersebut, lebih 30.000 warga Korea Utara telah membelot ke Korea Selatan.

DUNIA | 22 Juni 2020

Tim Kampanye Trump Dikerjai Habis-habisan oleh BTS Army dan TikTokers

BTS Army, sebutan untuk para fan boyband Korea BTS, kemungkinan berada di balik sepinya kampanye Donald Trump.

DUNIA | 22 Juni 2020

Penusukan di Reading Terkait Terorisme, Pelaku Diduga WN Libia

Kepolisian Inggris memastikan insiden penusukan di Reading sebagai aksi terorisme.

DUNIA | 22 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS