Buka Penguncian 4 Juli, PM Inggris Umumkan Jarak Sosial Minimal 1 Meter

Buka Penguncian 4 Juli, PM Inggris Umumkan Jarak Sosial Minimal 1 Meter
Foto yang diambil melalui rekaman vide menunjukkan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berpidato di sidang House of Commons (parlemen) di London, Selasa (29/10/2019). (Foto: AFP)
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 23 Juni 2020 | 20:02 WIB

London, Beritasatu.com - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, Selasa (23/6), mengumumkan pembatasan jarak sosial di fase new normal (kenormalan baru) pandemi virus corona (Covid-19) adalah minimal "1-meter-plus", bukan 2 meter.

Pengumuman itu, sekaligus membatalkan pembatasan jarak sosial 2 meter yang sebelumnya disyaratkan pemerintah Inggris, untuk pembukaan kembali sarana wisata, hiburan, dan lifestyle, seperti museum, restoran, bioskop, dan salon, mulai 4 Juli 2020.

Menurut Boris Johnson, keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan jumlah infeksi Covid-19 baru di Inggris yang menurun 2% setiap hari.

"Mengingat penurunan dalam prevalensi virus, kita dapat mengubah aturan jarak sosial 2 meter pada 4 Juli.Di mana tempat yang memungkinkan untuk menjaga jarak 2 meter, silakan diterapkan. Tapi di tempat yang tidak, kami akan menyarankan orang untuk menjaga jarak sosial '1-meter-plus', yang berarti mereka harus tetap berjarak 1 meter, sambil mengambil mitigasi untuk mengurangi risiko penularan," ujar Boris Johnson, saat memberikan penjelasan di House of Commons (Parlemen Inggris), di London, Senin (22/6/2020). 

Pembatasan jarak sosial minimal 2 meter telah menjadi perdebatan di kalangan bisnis, karena dianggap terlalu sulit untuk diterapkan, apalagi untuk tempat yang tidak terlalu luas.

Boris Johnson menjelaskan, dengan aturan jarak sosial '1-meter-plus' berarti setiap anggota masyarakat dapat berjarak 1 meter dari satu sama lain, selama tindakan lain dilakukan untuk membatasi penularan virus. Ini termasuk mengenakan penutup wajah, memasang layar pembatas di restoran atau tempat yang memungkinkan orang saling berhadapan, dan menyediakan fasilitas cuci tangan tambahan.

Selain mengumumkan perubahan pembatasan jarak sosial, Boris Johnson, juga menyampaikan perubahan pada berapa banyak orang dapat berkunjung dan bermalam di satu rumah, dan tempat publik apa saja yang akan beroperasi mulai 4 Juli 2020,   termasuk hotel, perkemahan, dan gereja. Bioskop dan ruang konser juga akan dapat dibuka kembali, tetapi tidak dapat menyelenggarakan pertunjukan langsung.

Boris Johnson mengatakan, semua tempat yang beroperasi mulai 4 Juli 2020 diharapkan mengumpulkan dan menyimpan rincian kontak pengunjung, sehingga mereka dapat dilacak jika ada yang terinfeksi virus Covid-19.

"Ini adalah awal dari hibernasi panjang nasional kita. Saya berterima kasih untuk ketaatan publik dalam mematuhi panduan pemerintah dalam beberapa minggu terakhir," ujar Boris Johnson.

Perdana Menteri Inggris menambahkan, langkah-langkah terbaru untuk mengakhiri penguncian negara itu sepenuhnya tergantung pada kemampuan semua pihak untuk mengalahkan dan mematikan penyebaran virus corona.

"Prinsip kami adalah mempercayai publik Inggris untuk menggunakan akal sehat mereka dalam pengetahuan penuh risiko - mengingat bahwa semakin kita membuka diri, semakin kita harus waspada," kata Boris Johnson.



Sumber: BBC, Suara Pembaruan