Jajaki Kerja Sama di Bidang Konstruksi, Menteri PUPR Lakukan Kunjungan Resmi Virtual ke Turki

Jajaki Kerja Sama di Bidang Konstruksi, Menteri PUPR Lakukan Kunjungan Resmi Virtual ke Turki
Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono (tengah, bawah), melakukan kunjungan dan pembicaraan kerja sama bilateral secara virtual dengan Menteri Perdagangan Turki, Ruhsar Pekcan (kiri, bawah), Selasa (23/6/2020) (Foto: Istimewa)
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 24 Juni 2020 | 16:21 WIB

Ankara, Beritasatu.com - Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono, melakukan kunjungan bilateral resmi secara virtual ke Turki, pada Selasa (23/6/2020), untuk menjajaki kerja sama kedua negara di bidang konstruksi.

Dalam kunjungan resmi yang dilakukan secara virtual tersebut, Basoeki Hadimoeljono diterima oleh Menteri Perdagangan Turki, Ruhsar Pekcan, yang mengkoordinasikan seluruh perusahaan konstruksi Turki yang melakukan ekspansi ke luar negeri.

Basoeki Hadimoeljono didampingi oleh Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian PUPR dan kementerian lainnya, Ketua KADIN, pimpinan sejumlah BUMN konstruksi serta wakil dari sejumlah perusahaan konstruksi swasta Indonesia.

“Sedianya saya akan melakukan kunjungan pada sekitar April lalu, namun karena wabah Covid-19, terpaksa harus ditunda dan baru saat ini dapat dilakukan meskipun secara virtual," kata Basoeki Hadimoeljono, saat menyapa Ruhsar Pekcan, sembari memamerkan teh Turki dan panganan Turki. 

Dalam pembicaraan bilateral kedua negara, Basoeki Hadimoeljono mengatakan, infrastruktur merupakan salah satu prioritas pembangunan Indonesia hingga 2024, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo.

Basoeki Hadimoeljono mengungkapkan, Presiden Joko Widodo memiliki visi menggunakan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan produktivitas serta daya saing nasional.

"Kami terbuka bagi keterlibatan pihak asing, baik untuk ikut mengerjakan proyek infrastruktur maupun untuk berinvestasi di bidang infrastruktur,” ujar Menteri PUPR.

Ruhsar Pukcan menyampaikan sambutan hangatnya atas kunjungan Basoeki Hadimoeljono bersama jajaran pejabat dan sejumlah pelaku bisnis Indonesia.

"Saya berharap dapat menerima Menteri Basoeki dalam kunjungan sesungguhnya di Ankara dalam waktu dekat," kata  Ruhsar Pukcan. 

Pada kesempatan itu, Ruhsar Pukcan menyampaikan antusiasme perusahaan Turki untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ruhsar Pukcan juga memaparkan pengalaman luas perusahaan-perusahaan konstruksi Turki dalam mengerjakan proyek-proyek infrastruktur di berbagai negara.

“Perusahaan-perusahaan konstruksi Turki memiliki reputasi internasional dan pengalaman yang luas dalam pembangunan infrastruktur di berbagai negara, khususnya di Euroasia, Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Perusahaan Konstruksi Turki memiliki peran utama dalam pemindahan ibu kota Kazakhstan dari Almaty ke Astana”, ujar Ruhsar Pukcan.

Selain melakukan pembicaraan bilateral dengan mitranya di Ankara, Menteri Basoeki juga menghadiri kegiatan Forum Bisnis Konstruksi Indonesia-Turki.

Forum yang juga dilangsungkan secara virtual tersebut diprakarsai oleh KBRI Ankara bersama dengan Asosiasi Konstruksi Turki (TMB) dan Dewan Kerjasama Ekonomi Indonesia-Turki (DEIK).

Dalam forum yang dihadiri lebih dari 60 perusahaan besar di bidang konstruksi Turki serta lebih dari 30 perusahaan konstruksi Indonesia tersebut, Menteri Basoeki memaparkan rencana pembangunan infrastruktur 2020-2024 serta menjawab berbagai pertanyaan dari peserta Turki.

“Sebagai tindak lanjut, Bapak Menteri meminta saya untuk memfasilitasi pembentukan sebuah kelompok kerja bersama guna membahas berbagai peluang kerjasama dan sekaligus mengidentifikasi skema-skema pembiayaan. Beliau juga meminta secara khusus kepada Asosiasi Perusahaan Konstruksi Turki agar menjadikan Indonesia sebagai pintu masuk bagi perusahaan Turki ke pasar Asia, khususnya ASEAN”, ujar Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan rencana tindak lanjut Forum Bisnis tersebut.

Perusahaan-perusahaan konstruksi Turki memiliki pengalaman internasional yang luas. Pada 2018, sekitar 44 perusahaan Turki masuk dalam 250 perusahaan terbesar di dunia di bidang konstruksi versi majalah ENR (Engineering News Record).

Angka ini menjadikan perusahaan konstruksi Turki sebagai terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Perusahaan Turki tercatat sudah aktif melakukan ekspansi ke luar negeri sejak tahun 1970-an dan hingga saat ini telah mengerjakan 10.147 ribu proyek di 126 negara senilai $ 401,3 miliar.