Militer Tiongkok Gelar Uji Coba Kedua Vaksin Corona
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-1.54)   |   COMPOSITE 6307.13 (-48.56)   |   DBX 1215.21 (-5.42)   |   I-GRADE 185.638 (-0.44)   |   IDX30 533.814 (-2.1)   |   IDX80 142.76 (-0.73)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.99)   |   IDXESGL 147.067 (-0.47)   |   IDXG30 144.927 (0.21)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.43)   |   IDXQ30 151.508 (0.19)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-2.83)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.26)   |   IDXV30 144.532 (-2.19)   |   INFOBANK15 1076.36 (2.19)   |   Investor33 457.615 (-2.19)   |   ISSI 184.91 (-1.68)   |   JII 650.972 (-4.67)   |   JII70 227.363 (-1.7)   |   KOMPAS100 1270.4 (-8.29)   |   LQ45 991.58 (-3.63)   |   MBX 1739.82 (-14.27)   |   MNC36 337.819 (-1.76)   |   PEFINDO25 325.262 (6.76)   |   SMInfra18 322.474 (-5.58)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.01)   |  

Militer Tiongkok Gelar Uji Coba Kedua Vaksin Corona

Jumat, 26 Juni 2020 | 09:08 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Beijing, Beritasatu.com- Institut penelitian militer Tiongkok telah mendapatkan persetujuan untuk menggelar uji coba kedua vaksin virus corona kepada manusia. Ini merupakan bakal vaksin kedelapan dari Tiongkok yang sudah masuk tahap uji klinis.

Lebih dari puluhan bakal vaksin di dunia telah memasuki berbagai tahap uji coba kepada manusia, tapi belum ada yang disetujui untuk dijual di tengah situasi penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat dan telah menewaskan lebih dari 480.000 orang.

Bakal vaksin terbaru Tiongkok tersebut yang dikembangkan oleh Akademi Ilmu Militer (Academy of Military Science/AMS), yaitu lembaga penelitian terafiliasi dengan Tentara Pembebasan Rakyat, telah disetujui tahap uji coba manusia oleh Adminsitrasi Produk Medis Nasional Tiongkok.

AMS lewat akun media sosial WeChat, Rabu (24/6), menyatakan bakal vaksin yang diberi nama ARCoV itu tidak pernah dicoba dalam uji klinis di Tiongkok.

Teknologi yang dipakai menggunakan mRNA, yaitu pendekatan yang juga dipakai untuk bakal vaksin dari Moderna In di Amerika Serikat (AS) dan perusahaan Jerman, CureVac.

“Bahan baku dan peralatan inti, semuanya diproduksi di dalam negeri, dan peningkatan kapasitas produksi secara cepat dimungkinkan,” kata peneliti yang bertanggung jawab untuk proyek mRNA itu, Qin Chengfeng.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polling Pilpres AS 2020, Biden Unggul 14% dari Trump

Jajak pendapat Pilpres Amerika Serikat (AS) Tahun 2020 terbaru menunjukkan Joe Biden unggul 14% dibandingkan kandidat petahana Presiden Donald Trump.

DUNIA | 26 Juni 2020

70 Tahun Perang Korea, Puluhan Ribu Keluarga Tinggal Terpisah

Pemerintah Korsel mencatat, sekitar 133.386 warga Korsel terdaftar sebagai anggota keluarga yang terpisah akibat Perang Korea,

DUNIA | 26 Juni 2020

Mayoritas Warga AS Menolak Uang Ganti Rugi Penindasan Kulit Hitam

Mayoritas warga AS menolak reparations atau uang ganti rugi untuk warga kulit hitam atas sejarah penindasan dan perbudakan menggunakan uang negara.

DUNIA | 26 Juni 2020

29 Juta Warga New Delhi Disurvei Covid-19

Kasus Covid-19 yang terus meningkat membuat Pemerintah India memutuskan untuk melakukan survei besar-besaran terhadap 29 juta warga Kota New Delhi.

DUNIA | 25 Juni 2020

Lusinan Agen Dinas Rahasia AS Isolasi Diri karena Terinveksi Covid-19

Lusinan agen Dinas Rahasia Amerika Serikat yang bertugas mengawal Presiden Donald Trump, dilaporkan mengisolasi diri karena diduga terinfeksi Covid-19.

DUNIA | 25 Juni 2020

PM Inggris Dikabarkan Jual Rumahnya di London Seharga US$ 4,8 juta

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dikabarkan telah menjual rumahnya di Islington, bagian utara London. Harga pasaran rumah tersebut sekitar US$ 4,8 juta.

DUNIA | 25 Juni 2020

Obama Dukung Biden untuk Menyembuhkan Pemerintahan AS

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan mendukung Joe Biden sebagai calon presiden karena ingin menyembuhkan pemerintahan negara adikuasa itu.

DUNIA | 25 Juni 2020

Korsel Kirim 500.000 Masker untuk Veteran Perang Korea di AS

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengirimkan 500.000 masker penutup wajah kepada veteran Perang Korea di Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 25 Juni 2020

Obama Galang Dana Rp 155 Miliar untuk Kampanye Biden

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, menggalang dana sebesar US$ 11 juta atau sekitar Rp 155,573 miliar untuk mendukung kampanye Joe Biden.

DUNIA | 25 Juni 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Dekati 10 Juta, WHO: Di Amerika Belum Puncak

Jumlah kasus baru secara global melonjak sebesar 133.326 pada Selasa (23/6/2020) menurut data WHO.

DUNIA | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS