Senin, 7 Agustus 2023

KTT ASEAN Sahkan Dua Dokumen Hadapi Perubahan Akibat Covid-19

Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: JAI
Sabtu, 27 Juni 2020 | 08:22 WIB
Menlu Retno Marsudi (kanan) dan Seskab Pramono Anung mengikuti KTT ASEAN ke-36 secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 26 Juni 2020.
Menlu Retno Marsudi (kanan) dan Seskab Pramono Anung mengikuti KTT ASEAN ke-36 secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 26 Juni 2020. (Antara / Sigid Kurniawan)

Hanoi, Beritasatu.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-36 Perhimpunan Negara-Negara di Asia Tenggara (ASEAN), pada Jumat (26/6/2020), mengesahkan dua dokumen untuk membangun kekuatan regional dalam menghadapi perubahan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

KTT ke-36 ASEAN yang berpusat di Hanoi, Vietnam, dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Vietnam Nguyen Xuan Phuc selaku ketua ASEAN tahun 2020 dan dihadiri sembilan kepala negara ASEAN lainnya secara virtual, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam pertemuan selama dua jam, para pemimpin membahas berbagai tantangan yang dihaadapi di masa pandemi Covid-19, baik di bidang kesehatan, ekonomi, perdagangan, dan kelanjutan pembangunan di negara-negara ASEAN yang masih berkembang.

KTT ini mengesahkan dua dokumen. Dokumen pertama adalah Leaders' Vision Statement on a Cohesive and Responsive ASEAN: Rising above Challenges and Sustaining Growth (Pernyataan Visi Pemimpin tentang ASEAN yang Kohesif dan Responsif: Bangkit di atas Tantangan dan Mempertahankan Pertumbuhan). Dokumen kedua yang disahkan adalah ASEAN Declaration on Human Resources Development for Changing World of Work (Deklarasi ASEAN tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Mengubah Dunia Kerja).

Dalam acara pembukaan, Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi, menyatakan situasi ekonomi ASEAN dalam keadaan tidak baik, namun ASEAN telah mengambil langkah cepat dan menentukan dalam memitigasi persoalan bersama dengan mitranya, salah satunya lewat KTT ASEAN Plus Three (ASEAN bersama Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan) pertengahan April lalu.

“Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi mencatat beberapa hal, untuk pertama kalinya dalam 23 tahun terakhir, ASEAN mengalami kontraksi ekonomi,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, mengutip pernyataan Sekjen ASEAN, dalam konferensi pers virtual usai pelaksanaan KTT ASEAN, Jumat.

Menurut Retno Marsudi, di tengah tantangan pandemi, Sekjen ASEAN melihat komitmen kerja sama antar negara ASEAN masih sangat kuat, terlepas situasi sulit masing-masing negara. Misalnya, pada bidang kesehatan, ASEAN sepakat untuk membentuk Regional Pandemic Response Fund (Dana Respons Pandemi Kawasan) yang pembahasannya diharapkan bisa segera selesai.

Sekjen ASEAN juga mendorong fasilitasi perdagangan salah satunya lewat ASEAN Single Window (ASW) untuk mengembalikan konektivitas rantai pasokan yang sempat terganggu selama pandemi.

“Di dalam konteks pilar ekonomi, rencana penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) adalah indikasi sangat kuat akan upaya keras ASEAN untuk terus mendukung sistem perdagangan multilateral,” kata Retno Marsudi mengutip Lim Jock Hoi.

Retno Marsudi mengatakan, Presiden Joko Widodo, yang mengikuti KTT ASEAN dari Istana Bogor, meyakini ASEAN mampu melewati masa sulit saat ini karena adanya pondasi kuat yang sudah dibangun selama lima dekade terakhir. Jokowi, ujar Retno, mendorong ASEAN agar memperkuat kerja sama untuk percepatan pemulihan ekonomi.

[JAKARTA] Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-36 ASEAN yang digelar secara virtual sekitar dua jam, Jumat (26/6). Dalam acara pembukaan, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi menyatakan situasi ekonomi ASEAN dalam keadaan tidak baik, namun ASEAN telah mengambil langkah cepat dan menentukan dalam memitigasi persoalan bersama dengan mitranya, salah satunya lewat KTT ASEAN Plus Three (ASEAN bersama Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan) pertengahan April lalu.

“Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi mencatat beberapa hal, untuk pertama kalinya dalam 23 tahun terakhir, ASEAN mengalami kontraksi ekonomi,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, mengutip pernyataan Sekjen ASEAN, dalam konferensi pers virtual usai pelaksanaan KTT ASEAN, Jumat.

Ekonomi Minus

Menurut Retno, Jokowi juga mengingatkan laporan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) yang merevisi pertumbuhan ekonomi dunia dari minus 3 persen menjadi minus 4,9 persen. Di sisi lain, tantangan pandemi semakin berat karena situasi global yang ditandai persaingan atau rivalitas dari kekuatan besar, ditambah pesimisme terhadap multilateralisme.

“Presiden mengatakan, rules based order semakin banyak dilanggar. Dengan kondisi perubahan geopolitik seperti saat ini, presiden menekankan pentingnya peran ASEAN dalam menavigasi perubahan,” kata Retno, merujuk istilah yang bisa diartikan sebagai komitmen bersama sesuai aturan yang disepakati bersama di tatanan internasional.

Retno menjelaskan Presiden Jokowi juga mendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN lewat konektivitas barang, jasa, dan para pelaku ekonomi. Jokowi juga mendorong adanya ASEAN travel corridor (koridor perjalanan ASEAN) secara bertahap dimulai dari bisnis esensial berdasarkan protokol kesehatan yang ketat.

“ASEAN travel corridor selain penting untuk percepatan ekonomi ASEAN, juga menunjukkan arti strategis komunitas ASEAN baik di kawasan maupun dunia internasional,” kata Retno.

Presiden Jokowi, tambah Retno, juga mendorong penguatan kerja sama kawasan. Di tengah pesimisme terhadap multilateralisme, kerja sama kawasan menjadi lebih penting untuk mengembalikan harapan atas multilateralisme yang efektif, efisien, dan berkeadilan.

“Bapak presiden menekankan kerja sama ASEAN dan ASEAN led mechanism (mekanisme dipimpin ASEAN) dapat menjadi mesin penggerak bagi stabilitas dan perdamaian kawasan di era new normal ini,” kata Retno. [C-5]



Sumber: Suara Pembaruan

Bagikan

BERITA TERKAIT

DPR Dorong Implementasi Five Point Consensus Myanmar di Sidang AIPA

DPR Dorong Implementasi Five Point Consensus Myanmar di Sidang AIPA

NASIONAL
ERIA Ingatkan ASEAN Bersiap Hadapi Era Artificial Intelligence

ERIA Ingatkan ASEAN Bersiap Hadapi Era Artificial Intelligence

OTOTEKNO
Enggartiasto Lukita Dorong Agenda Digitalisasi dan Integrasi Ekonomi ASEAN

Enggartiasto Lukita Dorong Agenda Digitalisasi dan Integrasi Ekonomi ASEAN

EKONOMI
Ada 15.000 Perusahaan Jepang di ASEAN, Investasi 2022 Capai US$ 26,7 Miliar

Ada 15.000 Perusahaan Jepang di ASEAN, Investasi 2022 Capai US$ 26,7 Miliar

EKONOMI
Tiongkok Sumber Investasi Terbesar ASEAN, Nilainya US$ 13,8 Miliar

Tiongkok Sumber Investasi Terbesar ASEAN, Nilainya US$ 13,8 Miliar

EKONOMI
BNPB Gelar Simulasi dan Edukasi Bencana Tingkat Asia Tenggara

BNPB Gelar Simulasi dan Edukasi Bencana Tingkat Asia Tenggara

NASIONAL

BERITA TERKINI

Nintendo Switch Sulit Kalahkan Penjualan PlayStation 2, Ini Alasannya

OTOTEKNO 27 menit yang lalu
1060863

Penonton Semesta Berpesta Yogyakarta Puas Nikmati Penampilan Kahitna dan Yovie and Nuno

LIFESTYLE 28 menit yang lalu
1060865

Dipinang Sandiaga Uno Masuk Tim Pemenangan Ganjar, Khofifah Tak Mau Buru-buru

BERSATU KAWAL PEMILU 47 menit yang lalu
1060864

Apple Dinilai Lambat Adopsi Teknologi AI, Ini Kata Tim Cook

OTOTEKNO 47 menit yang lalu
1060860

Raffi Ahmad Takut Adiknya Diperlakukan Kasar oleh Jeje Govinda

LIFESTYLE 1 jam yang lalu
1060862

Mahasiswa UI Dibunuh, Ketua Himpunan Sastra Rusia Tak Sangka Stafnya Tewas di Tangan Teman Kontrakannya

MEGAPOLITAN 1 jam yang lalu
1060857

BAF Lions Run 2023, Ajang Lari Amal Galang Donasi Entaskan Kelaparan

SPORT 2 jam yang lalu
1060856

Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU

BERSATU KAWAL PEMILU 3 jam yang lalu
1060855

PMN Dibatalkan, Waskita Kembalikan Uang Negara Rp 3 Triliun

EKONOMI 4 jam yang lalu
1060854

Pengasuh Ponpes Kauman Puji Kepemimpinan Ganjar sebagai Gubernur Jateng

NUSANTARA 4 jam yang lalu
1060840
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno