Usai Kampanye di Tusla, 8 Staf Presiden Trump Terinfeksi Covid-19

Usai Kampanye di Tusla, 8 Staf Presiden Trump Terinfeksi Covid-19
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato dalam kampanye publik di gedung BOK Center, Tulsa, Oklahoma, 20 Juni 2020. In merupakan kampanye publiknya yang pertama sejak pandemik virus corona. (Foto: AFP)
Jeany Aipassa / JAI Sabtu, 27 Juni 2020 | 09:52 WIB

New York, Beritasatu.com - Delapan staf tim kampanye Presiden Donald Trump, dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona (Covid-19), pascakampanye perdana petahana presiden Amerika Serikat (AS) itu, di Tusla, Oklahoma, pada 20 Juni 2020.

Tim Murtaugh, Direktur Komunikasi Tim Kampanye Donald Trump untuk Pemilihan Presiden (Pipres) AS 2020, mengatakan semua staf yang mengikuti kampanye Donald Trump di Tusla telah menjalani tes Covid-19, seusai kegiatan tersebut. 

Hasilnya, delapan staf dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Namun untuk mencegah terjadinya penyebaran pada staf kampanye Trump lainnya, semua staf yang mengikuti kampanye Presiden Donald Trump, di Tusla, Oklahoma, pada 20 Juni 2020, diwajibkan melakukan karantina pribadi.

“Sebagai langkah pencegahan, semua staf yang melakukan perjalanan ke Tusla diwajibkan melakukan karantina pribadi dan bekerja dari rumah. Mereka akan diuji kembali sebelum dinyatakan layak kembali bekerja di kantor.” kata Tim Murtaugh.

Kampanye perdana Donald Trump di Tusla terus menelan korban. Sebelum kampanye itu terlaksana, enam staf yang terlibat dalam kampanye itu, dua diantaranya adalah agen Dinas Rahasia AS, telah dikonfirmasi positif Covid-19. 

Namun Donald Trump tetap melaksanakan kampanye di Tusla, dan akibatnya jumlah staf yang terinfeksi terus bertambah. CNN melaporkan, lusinan agen Dinas Rahasia yang bertugas mengawal presiden saat melakukan kampanye di Tusla, juga diperintahkan melakukan karantina pribadi, setelah dua rekan mereka positif terinfeksi Covid-19.

Menyikapi hal itu, Dinas Rahasia AS menyatakan bahwa setiap agen Dinas Rahasia harus diuji 24 jam hingga 48 jam sebelum perjalanan presiden. Mandat pengujian baru akan berlaku sampai 4 Juli 2020.

“Kami ingin memastikan bahwa kami memiliki agen yang sehat dan bahwa kami melindungi orang-orang kami," kata pejabat Dinas Rahasia, kepada CNN, dengan syarat anonim.

Sedangkan staf Gedung Putih yang ikut dalam kampanye Donald Trump di Tusla, tetap bekerja seperti biasa dan secara rutin dites Covid-19.



Sumber: Suara Pembaruan