Rolling Stones Peringatkan Trump Tidak Gunakan Lagu Mereka dalam Kampanye

Rolling Stones Peringatkan Trump Tidak Gunakan Lagu Mereka dalam Kampanye
The Rolling Stones (Dari kiri ke kanan) Charlie Watts, Mick Jagger, Keith Richards, dan Ronnie Wood (Foto: http://www.alternativenation.net / http://www.alternativenation.net )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Minggu, 28 Juni 2020 | 18:36 WIB

New York, Beritasatu.com - Band legendaris, The Rolling Stones mengeluarkan peringatan hukum kepada Presiden AS Donald Trump atas penggunaan musik mereka untuk kampanye. Sebelumnya Trump pada minggu lalu menggunakan lagu Rolling Stone berjudul “You Can’t Always Get What You Want” di Tulsa, Oklahoma. 

Trump sebelumnya menggunakan lagu yang sama untuk kampanyenya untuk pemilu AS 2016. Pada tahun itu, Rolling Stones lewat akun twitter-nya menegaskan tidak mendukung Trump.

Sebuah pernyataan dari pengacara Rolling Stones mengatakan mereka bekerja dengan organisasi hak asasi, BMI, untuk mencegah penggunaan lagu-lagu mereka tanpa izin.

Baca JugaUsai Kampanye di Tusla, 8 Staf Presiden Trump Terinfeksi Covid-19

Ini memperingatkan bahwa Trump dapat menghadapi tindakan hukum jika dia terus menggunakan musik Rolling Stones. BMI telah memberitahukan pihak Trump bahwa penggunaan lagu-lagu Rolling Stones tanpa izin akan merupakan pelanggaran terhadap perjanjian lisensi dan akan mengakibatkan tindakan hukum.

Sejumlah musisi terkenal telah berbicara untuk memperingatkan Trump agar tidak menggunakan musik mereka untuk kampanye. 

Baca Juga: Tim Kampaye Trump Sebut Polling Pilpres AS tak Mencerminkan Pilihan Rakyat AS

Awal bulan ini, keluarga Tom Petty mengeluarkan surat gencatan dan penghentian kampanye Trump atas penggunaan lagu hitnya yang tidak sah, "I Won’t Back Down", pada rapat umum Trump di Tulsa.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter, keluarga itu mengatakan bahwa almarhum artis itu tidak pernah ingin lagu miliknya digunakan untuk kampanye kebencian.



Sumber: Independent