Infeksi Melonjak, Covid-19 Bunuh Lebih 500.000 Orang di Dunia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Infeksi Melonjak, Covid-19 Bunuh Lebih 500.000 Orang di Dunia

Senin, 29 Juni 2020 | 05:36 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jenewa, Beritasatu.com - Virus corona (Covid-19) telah menewaskan lebih 500.000 orang di seluruh dunia menyusul infeksi yang dikonfirmasi melampaui 10 juta, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Dilansir CNBC Senin (29/6/2020), Amerika Serikat (AS) menyumbang lebih 20 persen dari total kematian yang dilaporkan akibat Covid-19, atau paling banyak di dunia. Diikuti Brasil, Inggris, Italia, dan Prancis. Namun perbandingan angka kematian masing-masing negara sulit dilakukan karena perbedaan metode pelaporan.

Awal bulan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pandemi ini meningkat di tingkat global. WHO menyebut wabah telah memasuki "fase baru dan berbahaya."

“Banyak orang yang merasa bosan tinggal di rumah. Dapat dipahami bahwa negara-negara sangat ingin membuka ekonomi dan aktivitas masyarakatnya. Tapi virus masih cepat menyebar. Masih mematikan, dan kebanyakan orang masih rentan,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada 19 Juni.

Menurut data yang dikumpulkan oleh WHO, pada 8 Juni korban jiwa akibat Covid-19 melampaui 400.000. Padahal pada 16 Mei korban tewas akibat virus ini sekitar 300.000

Hingga kini, Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) belum menyetujui obat mujarab untuk menyembuhkan Covid-19. Namun para peneliti telah menemukan sejumlah kemajuan guna mempercepat pemulihan pasien Covid-19 yakni penggunaan remdesivir yang diproduksi Gilead.

Awal bulan ini, para peneliti menemukan bahwa obat deksametason, steroid murah dan tersedia luas, dapat mengurangi risiko kematian sepertiga pada pasien Covid-19 yang menggunakan ventilator, dan seperlima bagi mereka yang menggunakan oksigen tambahan.

Menurut WHO, ada 16 kandidat vaksin yang saat ini dalam uji klinis. Kepala ilmuwan WHO Dr. Soumya Swaminathan pada briefing virtual Jumat mengatakan bahwa vaksin potensial tengah dikembangkan AstraZeneca dengan para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris. Selain itu, calon perusahaan biotek AS, Moderna juga tengah mengembangkan vaksin potensial.

WHO pada Jumat juga meminta US$ 27,9 miliar pendanaan tambahan selama 12 bulan ke depan menuju ACT Accelerator, kemitraan publik-swasta yang mencakup alat riset WHO guna memerangi Covid-19. Pendanaan itu kata WHO, akan membantu mempercepat pengembangan obat dan vaksin, mencegah infeksi lebih lanjut, kematian dan gangguan ekonomi.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan pekan lalu mengatakan virus ini masih menyebar dengan cepat di banyak negara benua Amerika. "Sayangnya, pandemi bagi banyak negara di Amerika belum memuncak," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA LAINNYA

Dipicu Liburan, Kasus Harian Covid-19 di Korsel Melonjak

Korban infeksi terus bermunculan yang dipicu oleh liburan tiga hari di pekan ini.

DUNIA | 25 September 2021

60 Juta Warga AS Penuhi Syarat Vaksin Booster, Biden: Gratis dan Mudah Didapat

Vaksin dosis penguat (booster) untuk Covid-19 akan disediakan secara gratis, kata Presien Amerika Serikat Joe Biden.

DUNIA | 25 September 2021

Bom Rakitan di Pot Bunga Meledak di Jalalabad, Afghanistan

Menurut laporan media lokal, bom rakitan disembunyikan di pot bunga di salah satu jalan dan meledak di jam-jam sibuk di pagi hari.

DUNIA | 25 September 2021

Bebas dari Penjara, Eksekutif Huawei Tinggalkan Kanada Naik Pesawat Carter

Berkat kerja keras pemerintah Tiongkok, Meng meninggalkan Kanada dengan menggunakan pesawat yang disewa pemerintah.

DUNIA | 25 September 2021

Belum Diberi Akses, Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar Tak Dapat Jalankan Tugasnya

Utusan Khusus ASEAN belum dapat menjalankan tugasnya karena beliau memerlukan akses untuk bertemu dengan semua pihak.

DUNIA | 25 September 2021

Taliban Serukan Tumpas ISIS di Afghanistan

Seorang pejabat senior Taliban berjanji akan menumpas kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) Khorasan yang beroperasi di Afghanistan.

DUNIA | 25 September 2021

Redam Pemberontak Sipil, Militer Myanmar Rekrut Milisi Brutal

Militer Myanmar merekrut milisi terkenal kejam untuk memerangi perlawanan sipil.

DUNIA | 25 September 2021

AS Bubarkan Ribuan Pengungsi di Kolong Jembatan Texas

Aparat keamanan Amerika Serikat (AS) membubarkan kamp pengungsi darurat di kolong jembatan Texas, Amerika Serikat (AS) yang berbatasan dengan Meksiko.

DUNIA | 25 September 2021

Negara Ini Klaim Bebas Covid-19, Tapi Bohong

Dalam hampir dua tahun sejak pandemi Covid-19 dimulai, Turkmenistan belum melaporkan satu pun kasus infeksi. Aktivis setempat mengatakan klaim itu bohong.

DUNIA | 25 September 2021

Indonesia Beberkan Strategi Mewujudkan Transformasi Sistem Pangan

Indonesia membagikan strategi untuk mewujudkan transformasi sistem pangan di markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS),

DUNIA | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Manchester City Curi Kemenangan di Markas Chelsea

Manchester City Curi Kemenangan di Markas Chelsea

BOLA | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings