Presiden Jokowi Tunjuk Konsul Kehormatan RI di Vladivostok

Presiden Jokowi Tunjuk Konsul Kehormatan RI di Vladivostok
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi menyerahkan surat tauliah dari Presiden Joko Widodo kepada Anton Zubko, Konsul Kehormatan RI di Vladivostok, Rusia, Senin, 29 Juni 2020. (Foto: Istimewa / KBRI Moskwa)
Asni Ovier / AO Senin, 29 Juni 2020 | 22:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Anton Aleksandrovich Zubko sebagai Konsul Kehormatan RI di Vladivostok dengan cakupan wilayah kerja di Timur Jauh Rusia, yang meliputi Primorsky Krai, Khabarovsky Krai, Kamchatsky Krai, dan Sakhalinskaya Oblast.

Anton Zubko resmi sebagai Konsul Kehormatan RI ditandai dengan acara penyerahan Letter of Commission atau Surat Tauliah yang ditandatangani Presiden Jokowi dan Exequatur dari Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia kepada Anton Zubko oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi di KBRI Moskwa, Rusia, Senin (29/6/2020).

“Menimbang bahwa sudah selayaknya dan sangat perlu di Vladivostok, Federasi Rusia, ditempatkan seseorang yang cakap untuk mewakili saya dalam memperhatikan dan mengurus kepentingan negara dan warga negara Republik Indonesia, dan bahwa saya menaruh kepercayaan dan keyakinan penuh atas kejujuran, kesetiaan, dan kecakapan Tuan Anton Aleksandrovich Zubko,” demikian kutipan dalam Surat Tauliah dari Presiden Jokowi.

Dalam acara peresmian yang juga dihadiri seluruh jajaran KBRI Moskwa, Dubes Wahid berharap, keberadaan Konsul Kehormatan RI di Vladivostok dapat lebih mempererat dan meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Rusia, khususnya dengan wilayah Timur Jauh Rusia.

“Potensi kerja sama Indonesia dan Rusia sangat besar. Rusia sangat luas dan Vladivostok cukup jauh dari Moskwa. Kehadiran Konsul Kehormatan RI di Vladivostok sangat tepat untuk mendukung pengembangan kerja sama Indonesia dengan wilayah Timur Jauh Rusia,” kata Dubes Wahid.

Dubes Wahid menekankan, dukungan Konsul Kehormatan ini untuk lebih meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan budaya, termasuk melindungi dan mengayomi WNI di wilayah Timur Jauh Rusia.

Anton Zubko yang hadir di KBRI Moskwa dengan mengenakan batik Indonesia menyampaikan suatu kehormatan yang sangat tinggi dipercaya sebagai Konsul Kehormatan RI di wilayah Timur Jauh Rusia. Anton Zubkov yang berusia 32 tahun itu mengatakan, dirinya akan berupaya melaksanakan kepercayaan ini sebaik mungkin dan bekerja sama erat dengan KBRI Moskwa.

Anton Zubkov merupakan seorang pengusaha jaringan restoran dan kafe di Vladivostok, serta ekspor-impor produk makanan dari dan ke kawasan Asia Pasifik. Dalam lima tahun terakhir, jaringan kafe miliknya juga telah memasok biji kopi dari Indonesia secara reguler. Anton Zubkov yang pernah menempuh pendidikan di Australia, banyak mengetahui tentang Indonesia dan beberapa kali berkunjung ke Indonesia.

Pada 2020 ini, hubungan diplomatik kedua negara genap berusia 70 tahun. Rusia merupakan negara yang sangat luas secara geografis, dari Kaliningrad di bagian barat hingga Kamchatka di bagian timur. Penerbangan langsung Moskwa-Vladivostok sekitar 8,5 jam dengan perbedaan waktu 7 jam.

Pemerintah Rusia mengembangan wilayah Timur Jauh Rusia yang berpusat di Vladivostok sebagai hub untuk kerja sama Rusia dengan kawasan Asia Pasifik. Berbagai kegiatan internasional diselenggarakan di Vladivostok, seperti APEC 2012 yang dihadiri Presiden RI dan forum ekonomi tahunan Eastern Economic Forum.

Secara geografis, Indonesia lebih dekat ke Vladivostok dari pada ke Moskwa. Saat ini sejumlah produk Indonesia masuk pasar Rusia melalui Vladivostok, seperti kopi dan bir. Tidak sedikit warga Rusia dari wilayah Timur Jauh Rusia melalui Vladivostok yang berwisata ke Indonesia, khususnya Bali.

Berdasarkan catatan KBRI Moskwa, terdapat 56 WNI di wilayah Timur Jauh Rusia, termasuk 35 orang di antaranya di Vladivostok yang sebagian besar adalah mahasiswa. “Sudah waktunya Indonesia menjadikan Vladivostok sebagai pintu masuk produk Indonesia ke wilayah Timur Jauh Rusia,” ujar Dubes Wahid.



Sumber: BeritaSatu.com