Covid-19 Gelorakan Kembali Perang Dagang Global

Covid-19 Gelorakan Kembali Perang Dagang Global
Otoritas Tiongkok berencana menyingkirkan semua perangkat komputer produksi Amerika Serikat (AS) secara bertahap hingga 2022 dari seluruh kantor pemerintah, menyusul perang dagang kedua negara. (Foto: AFP / Dokumentasi)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 30 Juni 2020 | 08:44 WIB

Brussel, Beritasatu.com - Pada awal tahun 2020 ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mereda setelah kesepakatan perdagangan Fase I. Sementara di sisi lain Washington, Brussels dan Tokyo menyepakati aturan perdagangan global untuk menahan subsidi. Kondisi ini membuat perdagangan global relatif tenang.

Namun virus corona (Covid-19) menyerang dunia. Dilansir Reuters Selasa (30/6/2020), Global Trade Alert, kelompok pemantau asal Swiss menyebut negara di seluruh dunia memberlakukan 222 pembatasan ekspor pasokan medis dan obat-obatan, termasuk produk makanan. Untuk produk medis, pembatasan itu naik 20 kali lipat dari biasanya.

Baca jugaMegastimulus UE Berpotensi Munculkan Perang Dagang dengan AS

Pembatasan itu sekarang sedang dicabut. Namun pandemi ini telah memperkuat proteksionis dengan menyoroti bagaimana rantai pasokan global dapat membuat orang kehilangan perlindungan medis, mengganggu pasokan makanan, serta mengancam pekerjaan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS ingin memutuskan hubungan dengan Tiongkok. Sementara Uni Eropa berencana menghambat investasi yang didukung negara dari Tiongkok. Di sisi lain, Tiongkok menuntut deklarasi bahwa impor makanan harus bebas virus.

Baca juga: "Diplomasi Wolf Warrior" Tiongkok Mengincar Sekutu-sekutu Washington

Mantan Kepala Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom mengatakan proteksionisme di dunia dinilai cukup mengkhawatirkan. Hal ini memicu munculnya kembali konflik perdagangan akibat krisis kesehatan. Padahal sebelumnya perang dagang sempat terhenti "Dari segi perdagangan, kita harus peduli," katanya pada sebuah seminar, Rabu (24/6/2020).

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Selasa mengatakan bahwa perdagangan barang global mencapai rekor penurunan pada tahun ini. Pembatasan yang meluas akibat Covid-10 dapat membuat pertumbuhan 2021 yang diproyeksi menguat (rebound) akan gagal.

Dalam dua minggu terakhir, AS telah menarik diri dari perundingan dengan negara-negara Eropa terkait pajak perusahaan digital. AS berjanji melakukan pengaturan ulang yang luas dari serangkaian tarif yang disepakati dengan mitra WTO.

Komisi Eropa sebelumnya menawarkan pajak digital internasional atau menarik pajak dari perusahaan teknologi yang beroperasi secara internasional untuk mendanai pelunasan pinjaman stimulus Uni Eropa (UE).



Sumber: Reuters