Biden Didukung Pemilih Lansia di Negara Bagian “Pertempuran”

Biden Didukung Pemilih Lansia di Negara Bagian “Pertempuran”
Joe Biden (Foto: AFP / JIM WATSON)
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 30 Juni 2020 | 14:46 WIB

Los Angeles, Beritasatu.com - Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mendapat dukungan pemilih lanjut usia (lansia) di negara-negara bagian yang menjadi medan "pertempuran" antara Partai Demokrat dan Partai Republik, di Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.

Negara-negara bagian tersebut, antara lain Florida, Arizona, Michigan, Pennsylvania dan Wisconsin. Dukungan pemilih lansia sangat krusial karena sebagian besar pemilih di negara-negara bagian tersebut berusia di atas 65 tahun.

“Satu dari lima pemilih yang terdaftar di Arizona adalah lansia. Yang paling penting, saat hari pemilihan, orang lansia cenderung menghasilkan suara yang lebih besar dibandingkan kelompok usia lainnya,” kata ilmuan politik dari Univesitas Arizona, Thomas Volgy.

Menurut Thomas Volgy, hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan pemilih lansia di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran Partai Demokrat dan Partai Republik, lebih mendukung Joe Biden dibandingkan petahana presiden AS, Donald Trump.

Joe Biden yang menjadi capres AS dari Partai Dmeokrat unggul 10% dibandingkan Donald Trump yang diusung Partai Republik, di kalangan pemilih lansia. Biden didukung 50% pemilih lansia, sedangkan Trump hanya mendapat 40% dukungan.

“Ketika seorang penantang mendapat 50% dukungan pemilih lansia, maka kalah dalam pemilihan menjadi sangat tidak mungkin baginya,” ujar Thomas Volgy.

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2016, Donald Trump mengalahkan capres Partai Demokrat, Hillary Clinton, di kalangan pemilih senior dengan selisih 52% berbanding 45%. Hal itu menjadi salah satu faktor kemenangan Donald Trump dari Hillary Clinton.

Hasil jajak pendapat (polling) CNN pada 8 Juni menunjukkan 54% pemilih lansia tidak menyetujui kinerja Donald Trump. Polling perguruan tinggi yang dilakukan New York Times/Siena baru-baru ini menunjukkan pemilih Lansia mendukung Joe Biden 2% lebih banyak dibandingkan Donald Trump. Sedangkan polling Universitas Quinnipiac yang dirilis 18 Juni menunjukkan pemilih lansia mendukung Joe Biden 8% lebih tinggi dibandingkan Donald Trump.

“Donald Trump tidak bergerak ke arah yang benar sejauh ini, sementara waktu menuju November (hari pemungutan suara, Red) semakin dekat,” ujar Tim Malloy, dari Quinnipiac University Poll.

Menyadari pentingnya suara pemilih lansia, kelompok pro-Biden terkemuka yang disebut American Bridge telah meluncurkan kampanye iklan 10 minggu senilai US$ 20 juta yang ditujukan untuk para manula di negara-negara bagian di mana Donald Trump menang tipis saat Pilpres 2016, yakni Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin.



Sumber: Suara Pembaruan