India dan Pakistan Tarik 50% Staf Komisi Tinggi

India dan Pakistan Tarik 50% Staf Komisi Tinggi
Pasukan Angkatan Darat India melakukan konvoi di sepanjang jalan Gagangeer di Distrik Ganderbal menuju Ladakh, Kashmir, pada 18 Juni 2020.
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 2 Juli 2020 | 19:15 WIB

New Delhi, Beritasatu.com - Pemerintah India dan Pakistan menarik sekitar 50% staf di Komisi Tinggi di kedua negara. Hal itu, dipicu ketegangan pascainsiden pengusiran dan penahanan sejumlah staf Komisi Tinggi yang merupakan mediator hubungan kedua negara.

Pada Rabu (1/7/2020), Pakistan menarik 39 staf Komisi Tinggi di New Delhi, India, dan telah mengembalikan mereka beserta anggota keluarganya ke Pakistan melalui perbatasan Wagah.

Sehari sebelumnya, Selasa (30/6/2020), India menarik 28 anggota Komisi Tinggi di Islamabad, Pakistan, dan mengembalikan mereka beserta anggota keluarganya ke India, juga melalui perbatasan Wagah.

Pekan lalu, India telah meminta Pakistan untuk mengurangi jumlah staf Komisi Tinggi di New Delhi dan meminta mereka menarik sekitar setengahnya. India menyatakan akan melakukan hal yang sama pada staf Komisi Tinggi di Islamabad, Pakistan.

Permintaan India dipicu insiden penahanan dua staf Komisi Tinggi India oleh otoritas Pakistan di Islamabad, yang kemudian dilepaskan setelah mendapat protes keras dari India. Bulan lalu, India telah mengusir dua pejabat Komisi Tinggi Pakistan di New Delhi, dengan tuduhan menjadi mata-mata.

Sepuluh bulan yang lalu, Pakistan telah menurunkan hubungan bilateral setelah India mencabut status khusus yang diberikan kepada negara bagian Jammu dan Kashmir. Langkah yang sama juga dilakukan India terhadap Pakistan, pada Selasa (30/6/2020), dan telah resmi disampaikan kepada Pejabat Tinggi Komisi Pakistan dan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Lewat suratnya, Pemerintah India menyatakan menurunkan hubungan diplomatik dengan Pakistan dan meminta mereka menarik anggota atau staf Komisi Tinggi di New Delhi. Berdasarkan kerja sama bilateral, India dan Pakistan masing-masing memiliki 110 diplomat dan staf di Komisi Tinggi di masing-masing negara. Jumlah ini sekarang akan turun menjadi 55, baik di New Delhi maupun Islamabad.



Sumber: Suara Pembaruan