Soal Penanganan Covid-19, Tim Kampanye Trump Sebut Biden Ketinggalan

Soal Penanganan Covid-19, Tim Kampanye Trump Sebut Biden Ketinggalan
Joe Biden (Foto: Istimewa)
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 2 Juli 2020 | 19:40 WIB

Washington, Beritasatu.com - Tim Kampanye petahana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut calon presiden (capres) AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, ketinggalan dalam kebijakan penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

Pernyataaan itu, disampaikan Ali Pardo, Wakil Direktur Komunikasi tim kampanye Donald Trump, menanggapi pidato Joe Biden yang mengkritik kebijakan pemerintahan Donald Trump dalam menangani pandemi Covid-19.

Menurut Ali Pardo, apa yang dipaparkan Joe Biden baru sekadar rencana, bahkan baru tahap awal, sementara Donald Trump telah menjalankan kebijakan untuk mengantisipasi penyebaram virus corona.

“Joe Biden menghabiskan 5 bulan terakhir untuk mencoba membuat rencana, Presiden (Donald Trump, Red) telah memimpin rencana yang memperlambat penyebaran, menjadikan AS pemimpin dunia dalam pengujian, dan membuka kembali perekonomian AS," ujar Ali Pardo.

Pada Selasa (30/6/2020), Joe Biden mengecam kebijakan penaganan pandemi Covid-19 pemerintahan Donald Trump, dan mengumumkan rencana untuk mengendalikan pandemi virus mematikan itu, yang antara lain mencakup peningkatan pengujian dan penelusuran kontak yang ketat.

Joe Biden juga mengusulkan untuk mendapatkan lebih banyak persediaan pelindung bagi petugas kesehatan dan memberikan pesan yang lebih konsisten tentang pentingnya mengenakan masker di tempat umum, yang sekaligus menyindir Donald Trump yang menolak menggunakan masker.

"Covid-19 kemungkinan akan memburuk. Kita membutuhkan rencana nyata, pedoman nyata yang seragam, dan berstandar nasional untuk membantu kita memetakan pembukaan kembali ekonomi kita. Rencana yang saya paparkan ini bisa diadopsi pemerintahan Trump,” ujar Biden, dalam pidatonya di Sekolah menengah Alexis I, di Wilmington, Selasa (30/6/2020).

Terkait dengan pencegahan penyebaran virus Covid-19, Biden telah mengumumkan tidak akan melakukan kampanye terbuka yang mengumpulkan banyak orang. “Saya akan mengikuti saran dokter, tdak hanya untuk kebaikan saya tetapi untuk kebaikan befara. Itu berarti saya tidak akan mengadakan kampanye (terbuka, Red),” ujar Joe Biden.



Sumber: Suara Pembaruan