WHO Laporkan Kasus Covid-19 Capai Level Tertinggi

WHO Laporkan Kasus Covid-19 Capai Level Tertinggi
Aktivis dari LSM Brasil Rio de Paz (Peace Rio), berdiri di sebelah 100 makam tiruan di pantai Copacabana yang melambangkan kematian akibat virus corona Covid-19 di Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (11/6) untuk memprotes pemerintahan yang buruk saat menangani pandemi. (Foto: AFP / CARL DE SOUZA)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 5 Juli 2020 | 05:31 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jumlah kasus virus corona (Covid-19) di seluruh dunia telah mencapai rekor tertinggi yakni 212.326 kasus dalam 24 jam terakhir.

Dilansir CNBC Minggu (5/7/2020), laporan itu menyebutkan ada lebih 10,9 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi secara global, dengan 212.326 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Setidaknya ada 523.011 kematian di seluruh dunia sejak pandemi dimulai, dengan 5.134 kematian dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Virus yang pertama kali muncul di Tiongkok telah menyebar ke seluruh dunia dengan hotspot bergeser dari Asia Timur ke Eropa dan kemudian ke Amerika. Peningkatan terbesar yang dilaporkan pada Sabtu (4/7/2020) terjadi di Amerika Utara dan Amerika Selatan yakni 129.772 kasus baru dalam 24 jam terakhir, menjadikan total kasus di wilayah ini 5,58 juta.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui 1,5 Juta Saat Bisnis Dibuka Kembali

Asia Tenggara memiliki 27.947 kasus baru. Adapun India dan Bangladesh mengalami peningkatan terbesar di kawasan ini. Wilayah Mediterania Timur ada 20.043 kasus baru dimana Arab Saudi, Pakistan dan Iran adalah negara paling terpukul. Eropa ada 19.694 kasus baru dengan peningkatan terbesar di Rusia. Afrika memiliki 12.619 kasus. Kasus terbanyak dilaporkan di Afrika Selatan. Sementara Pasifik Barat, yang mencakup Tiongkok memiliki 2.251 kasus baru.

Total kasus di Eropa mencapai 2,75 juta kasus, Mediterania Timur 1,13 juta kasus, Asia Tenggara hampir 900.000, Afrika lebih 342.000, dan Pasifik Barat 222.000 kasus.

Baca juga: Korban Covid-19 Melonjak, Bolivia Gali Kuburan Massal

WHO mencatat bahwa faktor deteksi kasus, definisi, strategi pengujian, membuat pelaporan ada jeda waktu berbeda antara negara, dan wilayah. Seorang pejabat tinggi WHO memperingatkan minggu ini bahwa beberapa negara mungkin harus melakukan tindakan penguncian (lockdown) kembali untuk menahan virus.

“Beberapa negara yang telah berhasil menekan transmisi dan membuka kembali, mungkin harus melakukan intervensi lagi, mungkin harus menerapkan apa yang disebut lockdown lagi,” kata Kepala Unit Penyakit Menular WHO Dr. Maria Van Kerkhove, pada briefing Rabu di Jenewa.

WHO berharap tidak harus masuk ke kebijakan lockdown lebih luas lagi. "Jadi belum terlambat untuk bertindak cepat," kata dia.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan pada 22 Juni rawat inap dan kematian di rumah sakit meningkat.

Di Amerika Serikat ada 2,72 juta kasus Covid-19 dengan 53.213 kasus dilaporkan dalam 24 jam terakhir, menurut data WHO. Pada laporan WHO Sabtu, 128.481 orang meninggal di AS akibat Covid-19 dengan 623 kematian dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Meski kasus yang dikonfirmasi meningkat di AS, namun virus itu tampaknya lebih sedikit menimbulkan kematian, The New York Times melaporkan Jumat (3.7/2020). Menurut para ahli, hal itu bisa saja dikarenakan pengujian, pengobatan, dan pada siapa virus itu menginfeksi.

Brasil adalah negara lain di benua Amerika yang menduduki urutan teratas kasus baru. Kasus di Brasil mencapai 1,5 juta dengan 48.105 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Kematian akibat Covid-19 di negara ini mencapai 61.884 dengan 1.252 dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Sementara kasus baru di India mencapai 22.771 dalam 24 jam terakhir dengan total 648.315 kasus. Kematian di negara mencapai 18.655 orang dengan 442 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.



Sumber: CNBC