Logo BeritaSatu

Sampah Elektronik Tak Bisa Didaur Ulang Ancam Dunia

Sabtu, 11 Juli 2020 | 15:05 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

New Delhi - Seberang sungai Red Fort, New Delhi, India, warga di permukiman padat Seelampur hidup di antara tumpukan limbah buangan konsumen modern dunia. Sampah-sampah itu adalah barang elektronik dan komponen elektrik yang rusak dan usang.

Seelampur menjadi rumah terbesar bagi pasar sampah elektronik dunia. Persoalan di wilayah itu menjadi contoh dan sorotan khusus dalam laporan PBB yang dirilis, pekan lalu.

Dalam laporan tentang Pantauan E-Sampah Global 2020 ditemukan, dunia membuang sampah sebanyak 53,6 juta ton tahun lalu. Dari jumlah itu, hanya 17,4 persen yang bisa didaur ulang.

“Bahkan, negara-negara yang memiliki sistem manajemen pembuangan limbah elektronik pun menghadapi persoalan tempat penumpukan dan kemampuan daur ulang yang masih rendah,” demikian laporan itu.

Tiongkok, dengan 10,1 juta ton, merupakan negara terbesar yang menghasilkan e-limbah. Posisi kedua, AS dengan 6,9 juta ton, lalu India di tempat ketiga yang menyumbang 3,2 juta ton. Tahun lalu, tiga negara ini memasok sekitar 38 persen e-limbah dunia.

Walaupun dampak keseluruhan terhadap lingkungan dari sampah elektronik yang tidak bisa didaur ulang itu sulit dikalkulasi, namun pesan yang ingin disimpulkan dalam laporan itu: “Cara kita memproduksi, mengkonsumsi, dan membuang e-limbah tak bisa dipertahankan.”

Pemanasan global hanya satu isu yang dikaji dalam laporan itu terkait adanya 98 juta ton karbondioksida yang dilepas ke atmosfir sebagai hasil buangan produk lemari es dan AC “tak berdokumen”.

Di sisi lain, lockdown akibat pandemi Covid-19 tahun ini, makin memperburuk persoalan limbah elektronik. Banyak orang tertahan di rumah, begitu juga pekerja pendaur ulang sampah. Hanya segelintir yang bisa bekerja. Demikian disampaikan Kees Balde, Kepala Program Senior di Universitas PBB, yang menjadi kontributor laporan itu kepada Reuters.

Konsumen Baru
Apa yang terjadi di India dan Tiongkok merupakan gejala dari masalah yang lebih besar di negara-negara berkembang, di mana permintaan barang seperti mesin cuci, kulkas, dan pendingin ruangan (AC) meningkat pesat.

“Di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah, infrastruktur pengelolaan limbah elektronik belum sepenuhnya berkembang. Bahkan, dalam beberapa kasus, sama sekali tidak ada," kata laporan itu.

Dinesh Raj Bandela, Wakil Manajer Program Pusat Ilmu Pengetahuan dan Lingkungan, sebuah badan advokasi dan riset di New Delhi mengatakan, fokus India terhadap e-sampah semestinya tak hanya soal mengumpulkan, dan pabrikan semestinya memproduksi barang-barang tahan lama dan minim kandungan toksin.

Meskipun India sebagai satu-satunya negara di Asia Selatan yang merancang peraturan e-sampah, persoalan mengepul sampahnya belum beres.

Buktinya, di Seelampur, masih terlihat labirin jalur kusam dipenuhi toko-toko barang bekas tempat ribuan orang bekerja. Para pekerja itu memisahkan apa pun yang bisa diselamatkan dari sampah-sampah elektronik yang dikumpulkan dari seluruh India bagian utara.

Di sisi luar tiap toko, tampak tumpukan layar monitor tua, desktop komputer, gagang telepon, telepon genggam, stabilisers tegangan listrik, AC, kulkas, microwave, penghisap debu, dan mesin cuci.

Gulungan kabel tua melintang dan menumpuk di sana-sini, menghiasi sampah elektronik yang menggunung.

Penjaga toko dan pekerja sangat curiga terhadap orang luar yang menelusuri jalur sempit, terutama jurnalis. Mohammed Abid, seorang pedagang limbah elektronik bekas, yang bersedia diwawancarai menyangkal cara-cara pengelolaan limbah elektronik di Seelampur melanggar hukum atau menimbulkan bahaya.

“Ada pekerjaan lain yang menciptakan banyak masalah bagi lingkungan, tetapi di pasar ini tidak ada pekerjaan yang merrusak lingkungan atau meningkatkan polusi,” katanya.

Padahal, bau busuk dari saluran pembuangan terbuka dekat tokonya terasa memenuhi udara di situ.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Reuters

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Shandy Mandela Pastikan GM FKPPI Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

Ketua Umum GM FKPPI Shandy Mandela Simanjuntak komitmennya membawa organisasi tersebut mewujudkan Indonesia Emas 2045.

NEWS | 27 September 2022

Cegah Korupsi di MA, Firli Bahuri Sarankan Rotasi Pegawai

Ketua KPK, Firli Bahuri menyarankan sejumlah hal untuk memperbaiki sistem di MA agar kasus korupsi yang menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati tidak terulang.

NEWS | 27 September 2022

Seluruh Logistik Penunjang KTT G-20 Selesai Akhir Oktober

Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah KTT G-20 memastikan segala kebutuhan sarana pendukung dan logistik keperluan konferensi akan terpenuhi.

NEWS | 27 September 2022

Demokrat Harap Koalisi dengan Nasdem dan PKS Segera Terwujud

Politikus Partai Demokrat Didik Mukrianto berharap koalisi dengan Nasdem dan PKS segera terwujud untuk menghadapi Pilpres 2024.

NEWS | 27 September 2022

BPET MUI: Ciptakan Kesantunan Bermedsos dengan Penguatan Akhlak

BPET MUI Muhammad Syauqillah memandang perlunya menciptakan kesantunan bermedsos dengan penguatan akhlak dan nilai-nilai Pancasila.

NEWS | 27 September 2022

Otsuka Blue Planet Bantu Pemerintah Kurangi Sampah Plastik

PT Amerta Indah Otsuka meluncurkan program Otsuka Blue Planet sebagai komitmen perseroan dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi sampah plastik.

NEWS | 27 September 2022

PLN Batalkan Program Kompor Listrik

PLN membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kg ke kompor listrik. Langkah ini untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi.

NEWS | 27 September 2022

Isu Jokowi Jadi Cawapres Subianto Prabowo, Ini Respons PDIP

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai Presiden Jokowi bakal tidak mau maju lagi di Pilpres 2024 dengan menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

NEWS | 27 September 2022

Tepis Rumor Tentang Dirinya, Xi Jinping Muncul di TV Pemerintah

Xi Jinping muncul kembali di televisi pemerintah pada Selasa (27/9/2022), setelah beberapa hari absen dari publik yang telah memicu rumor.

NEWS | 27 September 2022

PPP DKI Usulkan Anies Capres 2024, Achmad Baidowi Sebut Tidak Istimewa

Ketua DPP Achmad Baidowi atau Awiek menegaskan usulan PPP DKI Jakarta soal Anies Baswedan menjadi capres di Pilpres 2024 merupakan hal biasa.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Shandy Mandela Pastikan GM FKPPI Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

Shandy Mandela Pastikan GM FKPPI Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

NEWS | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings