Terus Cetak Rekor, Kasus Covid-19 di AS 66.000 Sehari

Terus Cetak Rekor, Kasus Covid-19 di AS 66.000 Sehari
Petugas kesehatan menunggu pasien di tempat pengujian drive-thru Covid-19 di St. Petersburg, Florida, Amerika Serikat 8 Juli 2020. (Foto: CNBC / Octavio Jones)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 12 Juli 2020 | 05:32 WIB

Florida, Beritasatu.com - Kasus virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) terus bertambah dan mencapai rekor baru khsususnya di negara-negara bagian Selatan dan Barat.

AS melaporkan 66.627 kasus baru pada Jumat (10/7/2020), hari kedua berturut-turut kasus melebihi 60.000. Peningkatan ini sebagian disebabkan diperluasnya pengujian sehingga mengungkap lebih banyak infeksi. Hal itu terjadi ketika sejumlah negara bagian membuka kembali aktivitas bisnisnya. Sejak itu, kebangkitan virus melonjak signifikan.

Baca juga: Pakar AS: Tidak Ada Bukti yang Sebutkan Anak Pemicu Infeksi Covid-19

Florida, episentrum utama wabah AS melaporkan 10.383 kasus baru pada Sabtu pagi (11/7/2020) setelah mencatat lebih 11.000 kasus sehari sebelumnya, menurut departemen kesehatan negara bagian. Sebanyak 19 negara bagian melaporkan rekor kasus baru per hari pada Jumat.

Ketika kasus meningkat lebih dua kali lipat sejak pertengahan Mei, jumlah kematian harian akibat Covid-19 di AS menurun atau tetap stabil selama berminggu-minggu. Namun jumlah kematian harian sekarang meningkat lagi. Rata-rata jumlah kematian harian di Arizona, California, Florida, dan Texas - hotspot virus - mencapai rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir.

Epidemiolog di Florida dan Texas memperkirakan kematian akan terus meningkat setidaknya selama beberapa minggu.

Gubernur Texas Greg Abbott telah memperingatkan akan melakukan lockdown kedua jika kasus terus meningkat dan warganya melanggar memakai masker di seluruh negara bagian. "Yang terburuk belum terjadi saat kami berupaya menembus peningkatan besar-besaran pada orang yang dites positif," kata Abbott dalam wawancara televisi lokal.

Di Georgia, di mana kasus meningkat lebih 4.000 pada Jumat, pejabat Atlanta kembali ke pedoman Fase 1, di mana warga wajib untuk tinggal di rumah, kecuali untuk acara penting. "Georgia dibuka kembali dengan cara yang sembrono, akibatnya warga di kota dan negara bagian menderita," kata Wali Kota Atlanta Keisha Lance Bottoms, Jumat.

Pedoman Wali Kota Atlanta secara langsung berbenturan dengan Gubernur Gerogia asal Partai Republik, Brian Kemp, yang telah mendorong pembukaan kembali ekonomi lebih agresif dan mengabaikan mandat masker.

Setidaknya 134.130 orang di AS telah meninggal sejak awal wabah pada bulan Maret, dan lebih 3 juta kasus dilaporkan, menurut data Universitas Johns Hopkins.



Sumber: CNBC