Imam di Beijing Serukan Muslim di Tiongkok Dukung Kebijakan Saudi soal Haji

Imam di Beijing Serukan Muslim di Tiongkok Dukung Kebijakan Saudi soal Haji
Ilustrasi ibadah haji di Mekah, Arab Saudi. (Foto: AFP)
/ WBP Minggu, 12 Juli 2020 | 07:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Imam Masjid di Beijing menyerukan umat Islam di Tiongkok mendukung kebijakan Arab Saudi soal penangguhan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19.

"Muslim di Tiongkok harus bisa memahami dan mendukung keputusan tidak pergi ke haji pada tahun ini. Ini sesuai dengan ajaran agama dan prosedur anti-epidemi," kata Zhang Feng selaku imam Masjid Sanlihe, Distrik, Xicheng, di laman resmi Asosiasi Islam China (CIA) Minggu (12/7/2020).

Baca juga: 221.000 Calon Jemaah Haji Indonesia Gagal Berangkat

Hingga kini di Arab Saudi memiliki 180.000 kasus positif Covid-19 dan lebih 1.500 orang meninggal dunia."Mengingat situasi tersebut, keselamatan menjadi faktor penting. Risiko potensial infeksi silang sangat mungkin terjadi selama berada di Arab Saudi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jika jemaah dari Tiongkok jadi diberangkatkan, maka kemungkinan membawa virus tersebut kembali sangat tinggi. "Menurut ajaran Islam, jika persyaratan tidak terpenuhi atau lingkungan objektif eksternal tidak memungkinkan, maka tidak perlu melakukan kewajiban ibadah haji," jelas Zhang sambil mengutip Surat Albaqarah ayat 286.

Menurut dia, penangguhan ibadah haji itu bukan yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi.

Setiap tahun terdapat sekitar 7.000 hingga 12.000 anggota jemaah haji asal Tiongkok yang berangkat ke Tanah Suci dengan menggunakan pesawat carter.

Masa tunggu ibadah haji bagi umat Islam di Tiongkok berkisar antara dua hingga lima tahun.



Sumber: ANTARA