“TikTok” Hapus 49 Juta Video yang Langgar Aturan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

“TikTok” Hapus 49 Juta Video yang Langgar Aturan

Senin, 13 Juli 2020 | 15:52 WIB
Oleh : Natasa Christy Wahyuni / YS

Beijing, Beritasatu.com - Perusahaan teknologi jaringan sosial asal Tiongkok, TikTok, Kamis (9/7/2020), menyatakan menghapus lebih dari 49 juta video yang telah melanggar aturannya selama periode Juli dan Desember 2019.

Sekitar seperempat dari video-video itu dihapuskan karena mengandung konten aktivitas seksual dan orang dewasa yang telanjang.

Laporan transparansi TikTok juga mengungkapkan 49 juta video yang dihapuskan mewakili kurang dari 1% dari seluruh video yang diunduh antara Juli-Desember 2019. Sebanyak 98,2% video yang dihapuskan terlihat dari mesin pembelajar atau moderator sebelum dilaporkan para pengguna.

Aplikasi berbagi video itu menambahkan telah memenuhi sekitar 480 dari 500 permintaan data dari pemerintah dan polisi. TikTok, yang bersikeras beroperasi secara independen di Beijing meskipun dimiliki Tiongkok, telah mendapat kecaman di Amerika Serikat (AS) dan India karena caranya dalam mengawasi konten yang dipakai miliaran orang.

Dalam laporannya, TikTok menyatakan 25,5% video yang dihapus berisi aktivitas sosial atau orang dewasa telanjang, 24,8% melanggar kebijakan perlindungan anak, seperti melibatkan anak dalam kejahatan atau mengandung perilaku meniru yang berbahaya, 21,5% memperlihatkan aktivitas ilegal atau “barang yang diatur”, 3% dihapuskan karena pelecehan atau perundungan, dan kurang dari 1% dihapuskan karena ujaran kebencian dan perlaku tidak otentik.

AS menyatakan sedang mengamati apakah akan mengeluarkan larangan penggunaan TikTok. Pada Senin (6/7), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa mengunduh TikTok akan menempatkan informasi pribadi warga di tangan Partai Komunis Tiongkok.

“Kami menganggap ini sangat serius. Kami tentu melihatnya,” kata Pompeo dalam wawancara di Fox News, Senin.

Sementara itu, pemerintah di India telah melarang penggunaan aplikasi itu, merujuk kekhawatiran keamanan di dunia maya.

TikTok dimiliki oleh perusahaan Tiongkok ByteDance. Aplikasi itu tidak tersedia di Tiongkok, tapi ByteDance mengoperasikan aplikasi serupa di sana yang disebut Douyin.

Pada Kamis, surat kabar AS, Wall Street Journal, mempublikasikan laporan bahwa perusahan itu sedang mempertimbangkan untuk membangun markas baru di luar Tiongkok.

“Ketika kami mempertimbangkan jalan terbaik ke depan, ByteDance sedang mengevaluasi perubahan kepada struktur perusahaan dari bisnis TikTok. Kami tetap berkomitmen penuh untuk melindungi privasi para pengguna kami dan keamanannya sembari membangun platform yang menginspirasi kreativitas dan membawa suka cita kepada ratusan juta orang di seluruh dunia,” kata TikTok melalui pernyataannya kepada media penyiaran Inggris, BBC.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kediamannya Dikepung Tentara, PM Sudan Dikenai Tahanan Rumah

PM Sudan Abdallah Hamdok dikenai tahanan rumah setelah pasukan militer yang tak teridentifikasi mengepung kediamannya.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Serangan Bom Isi Paku di Uganda, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Serangan dengan bom, yang berisi paku-paku dan pecahan peluru, itu mengincar sebuah restoran di pinggiran ibu kota.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Tampil dengan Kuncir Kuda, Tunangan Keponakan Kaisar Jepang Ini Jadi Sorotan Publik

Tabloid memuat foto-foto kuncir kuda Komuro yang berusia 30 tahun dari setiap sudut, dengan beberapa membandingkannya dengan simpul atas seorang samurai.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Naik ke Panggung, Pria Ini Tampar Gubernur Iran yang Baru Diangkat

Sebuah acara memperkenalkan gubernur Iran yang baru diangkat secara dramatis terganggu setelah seorang pria berjalan di atas panggung dan menampar wajahnya.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Disebut Setara dengan Pablo Escobar, Gembong Narkoba Dairo Antonio Usuga Ditangkap

Presiden Kolombia mengkonfirmasi penangkapan Dairo Antonio Usuga, yang dikenal sebagai "Otoniel," dalam pidato nasional yang disiarkan televisi.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Kasus Terbaru Covid-19 Tiongkok Terkait 13 Grup Wisata

Lebih dari 100 kasus yang ditularkan secara lokal dikonfirmasi selama seminggu terakhir di 11 wilayah, dengan sebagian besar terkait dengan 13 grup wisata.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Lira Anjlok ke Rekor Terendah Setelah Erdogan Usir Dubes AS

Lira Turki anjlok 1,6% ke rekor terendah terhadap dolar AS di 9,75 setelah Erdogan memerintahkan pengusiran duta besar AS dan sembilan negara Barat lainnya.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Penyulingan Minyak Ilegal di Nigeria Meledak, 25 Tewas

Tempat ilegal penyulingan cukup banyak bertebaran di kawasan Delta di Nigeria itu, yang kayak akan minyak.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Rachmat Gobel: Indonesia Mitra Penting Belarusia untuk Masalah Potasium

Gobel mengatakan, kunjungan ke Belarusia ini bagian dari upaya menjamin pasokan potasium.

DUNIA | 24 Oktober 2021

Tiongkok Sudah Vaksinasi Lengkap Lebih dari 1 Miliar Penduduk

Tiongkok telah menginokulasi lebih dari satu miliar orang atau 76 persen penduduk dengan dosis lengkap.

DUNIA | 24 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Menag Klarifikasi Pernyataan Kemenag Hadiah untuk NU

Menag Klarifikasi Pernyataan Kemenag Hadiah untuk NU

NASIONAL | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings