180 Institusi Akademik AS Gugat Kebijakan Visa Pelajar Internasional
Logo BeritaSatu

180 Institusi Akademik AS Gugat Kebijakan Visa Pelajar Internasional

Senin, 13 Juli 2020 | 15:58 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YS

Washington, Beritasatu.com - Sekitar 180 institusi di Amerika Serikat (AS) bergabung untuk menentang kebijakan kontroversial pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait visa internasional untuk pelajar.

Kebijakan yang diumumkan Imigrasi dan Bea Cukai AS (Immigration and Customs Enforcement/ICE) mendorong dua universitas ternama, Universitas Harvard dan Massachusetts Institute of Technology (MIT), lebih dulu meluncurkan gugatan hukum.

Dokumen setebal 22 halaman yang dikeluarkan Aliansi Presiden Pendidikan Tinggi dan Imigrasi mewakili 180 institusi pendidikan tinggi menunjukkan dukungan nasional untuk membatalkan panduan dari pemerintah Trump.

“Kebijakan baru ICE hanya berkepentingan untuk benar-benar mengacaukan pencapaian pendidikan mahasiswa internasional dan negara kita lebih buruk karena itu,” kata direktur eksekutif di aliansi tersebut, Miriam Feldblum, dalam pernyataan di situs resminya, Sabtu (11/7/2020).

“Larangan mahasiswa semu-internasional ini merupakan satu lagi serangan yang disayangkan oleh pemerintah terhadap imigran dan pendidikan tinggi,” tambahnya.

Aliansi itu mencakup lebih dari 450 presiden dan kanselir perguruan tinggi negeri dan swasta, serta universitas, mewakili lebih dari lima juta mahasiswa di 41 negara bagian, Washington DC dan Puerto Rico.

Pada Senin (6/7), ICE mengumumkan pelajar yang saat ini berada di AS dengan visa F-1 dan M-1 harus meninggalkan negara itu atau mengambil tindakan lain, seperti pindah ke sekolah dengan perintah pribadi untuk mempertahankan status hukum, jika kelas mereka sepenuhnya menjalankan pembelajaran daring (online) pada musim gugur (September).

Persyaratan visa untuk pelajar yang studi ke AS selalu ketat. Pemerintah AS melarang mahasiswa masuk AS jika hanya mengambil pelajaran atau kursus daring. ICE mempertahankan larangan itu dalam panduannya, namun memberi fleksibilitas untuk model hibrida (hybrid), yaitu perpaduan kelas daring dan tatap muka. Namun, situasi menjadi kompleks karena pandemi Covid-19 membuat banyak institusi pendidikan di AS sepenuhnya menerapkan pembelajaran daring.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Xinhua


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

“TikTok” Hapus 49 Juta Video yang Langgar Aturan

Sekitar seperempat dari video-video itu dihapuskan karena mengandung konten aktivitas seksual dan orang dewasa yang telanjang.

DUNIA | 13 Juli 2020

Jajak Pendapat: Biden Dapat Dukungan Besar Kaum Muda Kulit Hitam

Hasil jajak pendapat menunjukkan, mayoritas pemilih kulit hitam muda mendukung Biden dibanding Presiden Donald Trump, banyak pemuda yang tidak bersemangat.

DUNIA | 13 Juli 2020

Jelang Pilpres AS, Biden dan Sanders Galang Kerja Sama

Dokumen setebal 110 halaman itu telah diserahkan kepada Komite Platform Komite Nasional Demokrat dan akan ditinjau secara pribadi oleh Biden menjelang konvensi.

DUNIA | 13 Juli 2020

8 Besar Dunia, Kasus Covid-19 di Meksiko Salip Inggris

Namun korban kematian akibat Covid-19 di Meksiko siap menyusul Italia dan segara berada di atas 35.000 pada Minggu (13/7/2020).

DUNIA | 13 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Lampaui 13 Juta

Brasil mencatat 631 kematian pada Minggu.

DUNIA | 13 Juli 2020

Presiden Trump untuk Pertama Kali Pakai Masker

Donald Trump memakai masker selama kunjungan ke Pusat Kesehatan Militer Nasional Walter Reed.

DUNIA | 12 Juli 2020

Gereja di Afrika Selatan Diserang, Lima Tewas

Polisi mengamankan sekitar 40 orang beserta 40 senjata api, termasuk senapan dan pistol.

DUNIA | 12 Juli 2020

CanSino Akan Uji Coba Vaksin Covid-19 Fase III di Luar Tiongkok

Perusahaan berencana merekrut 40.000 peserta untuk uji eksperimental itu.

DUNIA | 12 Juli 2020

Bintang Bollywood Amitabh Bachchan dan Putranya Positif Covid-19

Aktor Bollywood itu dirawat di Rumah Sakit Nanavati di Mumbai.

DUNIA | 12 Juli 2020

Imam di Beijing Serukan Muslim di Tiongkok Dukung Kebijakan Saudi soal Haji

Masa tunggu ibadah haji bagi umat Islam di Tiongkok berkisar antara dua hingga lima tahun.

DUNIA | 12 Juli 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS