PDB Minus 12,6%, Singapura Resmi Masuk Resesi

PDB Minus 12,6%, Singapura Resmi Masuk Resesi
Ilustrasi Singapura. (Foto: AFP)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 14 Juli 2020 | 09:02 WIB

Singapura, Beritasatu.com - Singapura resmi memasuki resesi setelah mengalami kontraksi selama dua bulan berturut-turut. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura melaporkan perekonomian Singapura terkontraksi 12,6 persen di triwulan kedua tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di triwulan pertama tahun ini, produk domestik bruto (PDB) Singapura juga terkontraksi 0,7 persen.

Melemahnya perekonomian Singapura diakibatkan oleh pandemi virus corona yang memaksa pemerintah menutup aktivitas ekonomi dan melakukan pembatasan sosial (circuit breaker) sejak 7 April hingga 1 Juni lalu, ditambah dengan melambatnya perekonomian global.

Kontraksi triwulan II juga lebih buruk dari survei Bloomberg sebesar -11,3 persen. Secara kuartalan (q on q), perekonomian Singapura terkontraksi 41,2 persen di triwulan-II tahun ini, sementara di triwulan sebelumnya Singapura -3,3 persen.

Singapura memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini -7 hingga -4 persen, terburuk sejak Singapura merdeka tahun 1965.

Sektor konstruksi menyusut 54,7 persen di triwulan-II tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu, jauh lebih buruk dari triwulan pertama -1,1 persen. Secara kuartalan, sektor ini menyusut 95,6 persen. Sektor jasa terkontraksi 13,6 persen yoy di triwulan-II tahun ini.

Sektor yang tumbuh adalah manufaktur yang naik 2,5 persen yoy di triwulan-II, meskipun lebih rendah dari pertumbuhan 8,2 persen di triwulan sebelumnya. Menguatnya sektor ini ditopang oleh industri kesehatan.



Sumber: Straits Times