Negosiasi Dana Pemulihan Covid-19 750 Miliar Euro Uni Eropa Alot

Negosiasi Dana Pemulihan Covid-19 750 Miliar Euro Uni Eropa Alot
Relawan mengenakan pakaian pelindung, masker, sarung tangan dan kacamata membawa sampel pasien COVID-19 di Berlin, Jerman. (Foto: Getty Images / Sean Gallup )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 21 Juli 2020 | 07:31 WIB

Brussel, Beritasatu.com - Para pemimpin Eropa melakukan pertemun untuk hari keempat berturut-turut pada Senin (20/7/2020) untuk melanjutkan negosiasi dana pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 sebesar 750 miliar euro (US$ 858 miliar).

Komisi Eropa menyarankan pada bulan Mei agar memanfaatkan pasar untuk mengurangi guncangan ekonomi dari pendemi corona. Namun sejumlah negara Eropa belum sepakat soal pembagian dana antara hibah dan pinjaman, bagaimana menghubungkan dengan nilai-nilai demokrasi Uni Eropa (UE), dan bagaimana mengawasi uang diinvestasikan.

"Segalanya masih bisa berantakan," kata Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pada Senin pagi, yang terlihat dalam pembicaraan merujuk kemajuan.

Namun rekannya dari Austria mengatakan di Twitter bahwa dirinya bahagia dengan hasil pertemuan pada Minggu (19/7/2020).

Baca juga: Stimulus Covid-19 Uni Eropa Menemui Jalan Buntu

Presiden Dewan Eropa Charles Michel, yang memimpin negosiasi di antara 27 kepala negara, akan membuat proposal baru tentang dana pemulihan dan anggaran Uni Eropa pada Senin sore. Jika yang terakhir diterima dengan baik oleh 27 negara, maka akan disetujui segera. Di sisi lain, jika proposal itu meningkatkan ketegangan, maka negosiasi akan berlanjut di kemudian hari.

Hambatan terbesar adalah distribusi 750 miliar euro dalam hal hibah dan pinjaman. Proposal asli, yang diajukan Jerman dan Prancis pada Mei, menyarankan 500 miliar euro dalam bentuk hibah. Namun "Frugal Four" (Belanda, Austria, Swedia dan Denmark) bersama Finlandia meminta jumlah yang jauh lebih rendah dari 350 miliar euro.

"400 (miliar euro dalam bentuk hibah) sekarang menjadi batas untuk banyak negara, karena jika tidak, maka akan melemahkan poros Jerman-Prancis," kata seorang pejabat, yang mewakili negara Eropa selatan dan tidak ingin disebutkan namanya kepada CNBC, Minggu.

Satu-satunya proposal baru resmi yang diajukan pada akhir pekan sudah termasuk pengurangan tingkat hibah menjadi 450 miliar euro.

"Presiden Prancis dan Kanselir Jerman membela tingkat hibah ambisius," kata seorang pejabat Uni Eropa, yang tidak ingin disebutkan namanya kepada CNBC Senin pagi.

Pejabat yang sama menambahkan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada negara-negara yang dianggap "hemat" bahwa mereka membahayakan proyek Eropa. Respons Eropa yang terbagi atas krisis corona dapat memicu reaksi pasar negatif.

Sementara untuk membayar sebagian utang tambahan, negara-negara Eropa telah diminta untuk mempertimbangkan pajak baru pada perusahaan digital, serta limbah plastik dan karbon.

Menjelang dimulainya KTT Jumat (24/7/2020) Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan dirinya akan mengusulkan pajak digital dengan memperkenalkan pada akhir 2021.

Namun satu-satunya proposal resmi yang beredar di Brussel selama akhir pekan menyatakan Komisi Eropa akan mengajukan proposal pada semester pertama 2021 tentang mekanisme pembatasan karbon dan retribusi digital dengan maksud untuk pengenalan paling lambat 1 Januari 2023.

Sementara dana pemulihan diharapkan akan diimplementasikan mulai Januari 2021. Sebagai hasilnya, Komisi Eropa sedang mempertimbangkan cara untuk mengembangkan mekanisme pembiayaan talangan melalui anggaran UE saat ini untuk memberikan stimulus fiskal tambahan kepada negara-negara UE sebelum tanggal tersebut.

UE memiliki anggaran 1,8 triliun euro, termasuk dana stimulus.



Sumber: CNBC