Tren Penjualan Hewan Kurban lewat Daring Berkembang di Asia Selatan

Tren Penjualan Hewan Kurban lewat Daring Berkembang di Asia Selatan
Muhammad Naeem, yang mengelola situs internet penjualan kambing lewat daring, mengunggah foto kambing menjelang Idul Adha di peternakan Islamabad, Pakistan, pada Rabu (22/7). (Foto: AFP / Aamir QURESHI)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 30 Juli 2020 | 11:14 WIB

Dhaka, Beritasatu.com- Ribuan hewan kurban untuk disembelih pada Iduladha kini ditawarkan secara daring, mengubah pola penjualan tradisional karena pandemi Covid-19. Di Asia Selatan, pandemi telah memukul parah sejumlah negara seperti India, Bangladesh, dan Pakistan, yang memiliki sekitar 600 juta umat Islam.

Negara-negara itu kita menutup atau membatasi ketat pasar utamanya. Kekhawatiran akan tertular virus juga telah menjauhkan para pembeli sekalipun mendekat Iduladha pada Jumat (31/7).

“Kami trauma karena kehilangan dua paman saya akibat Covid-19 dan tidak mau mengurbankan hewan,” kata Saddid Hossain di ibu kota Bangladesh, Dhaka, Selasa (28/7).

“Tapi kami harus tetap melakukan tradisi agama kami, jadi kami lebih baik membeli dari penjual sapi secara daring,” tambah Hossain.

Menghadapi pasar yang sepi, para peternak dan pedagang mau tidak mau beralih melakukan penjualan lewat situs, aplikasi, dan media sosial untuk menunjukkan hewan mereka. Salah satu penjual, Fahad Zariwala, mempromosikan kambingnya yang dilabeli “007” dari peternakan di India lewat saluran YouTube pribadinya yang memiliki 800.000 pengikut.

“Saya merekam video gerakan lambat dengan musik indah, dan saya membuat mereka (kambing-kambingnya) populer,” kata Zariwala yang tinggal di Mumbai, India.

“Mereka punya kepribadian dan sebagian besar diberi nama dengan film Bollywood dan karakter tren di Bollywood,” ujar Zariwala.



Sumber: Suara Pembaruan