Separuh Lebih Warga di Daerah Kumuh Mumbai Terinfeksi Covid-19

Separuh Lebih Warga di Daerah Kumuh Mumbai Terinfeksi Covid-19
Seorang petugas kesehatan mengambil sampel swab dari seorang wanita untuk tes Covid-19, di New Delhi, India, Rabu (24/6/2020). (Foto: Istimewa)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 30 Juli 2020 | 11:30 WIB

New Delhi, Beritasatu.com- Lebih dari separuh warga yang tinggal di daerah kumuh Mumbai telah terinfeksi virus corona dari penelitian kota yang ditugaskan dan dirilis Selasa (28/7). Studi terbaru itu memicu keraguan tentang jumlah resmi kasus Covid-19 di India.

India saat ini menjadi negara tertinggi ketiga dalam jumlah kasus infeksi virus corona setelah Amerika Serikat (AS) dan Brasil, meskipun para pakar menyebut kurangnya pengujian bisa berarti angkanya lebih tinggi.

Tes darah kepada 6.936 orang yang dipilih secara acak oleh otoritas kota Mumbai menemukan bahwa 57% penduduk daerah kumuh dan 16% penduduk non-daerah kumuh telah memiliki antibodi.

Mumbai yang 40% populasinya tinggal di daerah kumuh, sejauh ini melaporkan lebih dari 110.000 infeksi dan 6.000 lebih kematian. Kota di sebelah barat berpenduduk 20 juta orang itu adalah rumah bagi kawasan kumuh terbesar di India, Dharavi, dimana diperkirakan menjadi tempat tinggal 1 juta orang.

Tapi, kematian di daerah kumuh yang luas belum melonjak karena para pejabat mengklaim upaya agresif untuk menahan penyebaran virus telah efektif.

Hasil survei menunjukkan infeksi asimtomatik kemungkinan mendapat proporsi tinggi dari seluruh infeksi dan mengindikasikan tingkat kematian virus kemungkinan sangat rendah. Survei itu digelar seminggu setelah penelitian antibodi yang ditugaskan oleh pemerintah menunjukkan hampir seperempat warga di ibu kota New Delhi, dengan populasi 20 juta, telah terinfeksi virus corona.



Sumber: Suara Pembaruan