Jemaah Haji di Tanah Suci Tahun Ini Hanya 1.000 Orang

Jemaah Haji di Tanah Suci Tahun Ini Hanya 1.000 Orang
Otoritas Arab Saudi kembali menerapkan jam malam, termasuk di Mekah, yakni mulai pukul 15:00 hingga 06:00 waktu setempat, hingga 20 Juni 2020, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. (Foto: AFP)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 31 Juli 2020 | 10:26 WIB

Mekah, Beritasatu.com - Umat Muslim di seluruh dunia saat ini tengah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Mekah di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang telah menjangkiti 17 juta lebih orang di seluruh dunia.

Namun, ibadah haji kali ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya 1.000 jemaah yang diizinkan menunaikan ibadah haji oleh otoritas Arab Saudi. Padahal, biasanya terdapat 2 juta jemaah haji di Mekah dan Madinah.

Mereka yang terpilih melakukan ibadah haji 70 persennya adalah ekspatriat yang tinggal di Arab Saudi dan sisanya warga Arab Saudi. Mereka yang beruntung berusia 20 tahun sampai 50 tahun.

Baca juga: Umat Islam Rayakan Iduladha di Tengah Pandemi

Arab Saudi memiliki angka infeksi Covid-19 tertinggi di Timur Tengah dengan 274.219 kasus, menurut data Johns Hopkins University. Tadinya, Pemerintah Arab Saudi ingin menunda ibadah haji tahun ini, tetapi kemudian memutuskan untuk mengizinkan dengan persyaratan yang ketat.

"Karena kondisi kesehatan dunia yang luar biasa akibat pandemi virus corona, pengamanan ketat perlu diterapkan untuk menjamin kesehatan jemaah haji," kata Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Saleh bin Taher Benten, Selasa (28/7/2020).

Jemaah haji tahun ini harus melalui seleksi yang ketat. Sebelum menunaikan ibadah haji, mereka harus mengisolasi diri dan dikarantina sebelum dan sesudah sampai di Tanah Suci.



Sumber: CNN