Lampaui Inggris, Korban Tewas Akibat Covid-19 di Meksiko Ketiga di Dunia

Lampaui Inggris, Korban Tewas Akibat Covid-19 di Meksiko Ketiga di Dunia
Petugas kesehatan menyemprotkan disinfektan di pagar Rumah Sakit Umum Mexico City pada 12 Juni 2020. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 1 Agustus 2020 | 06:50 WIB

Mexico City, Beritasatu.com - Meksiko menyalip Inggris sebagai negara dengan angka kematian akibat virus corona (Covid-19) tertinggi ketiga dunia. Hal ini mengancam upaya pemerintah membuka kembali perekonomian.

Rekor kematian ini menempatkan Meksiko di belakang Brasil, negara terbesar dan terpadat di Amerika Latin, dan Amerika Serikat. Lebih 91.000 orang tewas di Brasil, sementara di AS ada 152.000 kematian.

Meksiko pada Jumat (31/7/2020) mencatat 688 kematian sehingga menjadikan total korban tewas lampaui 46.688 dengan 424.637 kasus. Sementara Inggris mencatat 46.204 kematian dan 304.793 kasus, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.

Para pejabat Meksiko mengatakan pandemi Covid-19 kemungkinan jauh lebih banyak daripada yang terlihat dalam angka resmi.

Baca juga: Menteri Kesehatan di Meksiko Meninggal karena Covid-19

Meningkatnya jumlah korban tewas telah memperkuat status Amerika Latin sebagai salah satu hotspot karena kasus Covid-19 di wilayah ini naik dua kali lipat dalam sebulan terakhir menjadi lebih 4,7 juta infeksi.

Kolombia yang merencakan lockdown sampai akhir Agustus mencatat total kematian akibat Covid-19 pada Jumat (31/7/2020) sebanyak 10.105 orang. Diperkirakan total kasus di negara itu hingga akhir pekan ini mencapai 300.000.

"Kami membuka perekonomian ketika kami belum siap untuk membuka," kata Kepala Patogenesis Infeksi dan Molekul di Institut Politeknik Nasional Meksiko, Rosa Maria del Angel.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, yang membuat marah beberapa ahli kesehatan karena menolak memakai masker di depan umum, mengatakan pada Jumat bahwa Meksiko berencana menggelar perayaan Hari Kemerdekaan di Zocalo Square di ibu kota.

Upacara 16 September sebagai seruan bersejarah yang dikenal "El Grito" diungkapkan Lopez Obrador pada konferensi pers hariannya di Jumat pagi. "Menghadapi kesulitan, epidemi, banjir, gempa bumi, pemerintah yang buruk, kami selalu pergi keluar (untuk merayakan)," katanya.

Lopez Obrador menyalahkan organisasi-organisasi pers karena laporan kematian Meksiko naik secara global. Menurutnya, perhitungan yang adil adalah jumlah korban per kapita.

Wali Kota Mexico City Claudia Sheinbuam mengatakan pada Jumat bahwa ibu kota tetap pada zona "oranye', fase siaga tertinggi kedua untuk membuka kembali kegiatan ekonomi dan sosial, setelah pekan lalu memperingatkan kemungkinan peningkatan kasus pada bulan Oktober.

Kota itu masih bisa kembali ke langkah-langkah pengetatan. "Jangan maju dulu," kata dia kepada wartawan.



Sumber: Reuters