Vietnam Laporkan 12 Kasus Covid-19 dari Klaster Danang

Vietnam Laporkan 12 Kasus Covid-19 dari Klaster Danang
Sebuah poster tentang mencegah penyebaran Covid-19 terlihat di dinding ketika seorang pria merokok di sepanjang jalan di Hanoi pada 29 April 2020. (Foto: AFP / Manan Vatsyayana )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 1 Agustus 2020 | 08:29 WIB

Hanoi, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan Vietnam pada Sabtu (1/8/2020) melaporkan 12 kasus virus corona akibat transmisi lokal di pusat kota Danang. Hal ini menjadikan total infeksi 116 sejak virus muncul kembali pada minggu lalu.

"Para pasien dengan usia berkisar antara dua hingga 78 tahun terkait dengan rumah sakit Danang," kata Kementerian Kesehatan dalam pernyataannya.

Vietnam telah mengonfirmasi total 558 kasus Covid-19 dan mencatat dua kematian pertamanya pada Jumat (31/7/20200 setelah berbulan-bulan tanpa korban.

Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc pada Rabu (29/7/2020) mengatakan bahwa gelombang infeksi saat ini berbeda dengan gelombang sebelumnya yang diperangi pada Maret.

Pemerintah pada Selasa (28/7/2020) menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Danang selama 15 hari. Sekitar 18.000 wisatawan yang telah berada di Danang telah kembali ke pusat bisnis selatan Kota Ho Chi Minh.

Baca juga: Vietnam Catatkan Kematian Pertama Akibat Covid-19

Perdana Menteri Phuc mengatakan pusat-pusat wisata di seluruh negeri harus meningkatkan kewaspadaan, dan Danang berada di bawah kontrol ketat.

Hanoi pada Kamis juga melarang pertemuan besar dan mendesak puluhan ribu pelancong domestik untuk melapor ke pihak berwenang. Setelah menutup bar dan klub malam, Hanoi memperluas penutupan pada tempat jajanan kaki lima dan ruang karaoke pada Jumat.

Pada Jumat malam, otoritas Hanoi mengatakan restoran dan supermarket bisa tetap buka tetapi harus menerapkan langkah-langkah sosial.

Sampai Jumat, Vietnam merupakan satu-satunya negara dengan jumlah besar penduduk yang tidak mengalami kematian akibat pandemi virus corona. Negara itu melaporkan kasus pertamanya pada akhir Januari.



Sumber: Channel News Asia, Reuters