Inggris Menderita Ekses Kematian Covid-19 Tertinggi di Eropa

Inggris Menderita Ekses Kematian Covid-19 Tertinggi di Eropa
Staf NHS membawa spanduk saat mereka berkonvoi menuju Downing street di pusat kota London untuk menuntut kenaikan gaji pada Rabu (29/7/2020). (Foto: AFP / Tolga Akmen)
Natasa Christy Wahyuni / YS Sabtu, 1 Agustus 2020 | 09:34 WIB

London, Beritasatu.com - Inggris memiliki tingkat ekses kematian tertinggi di antara 21 negara Eropa selama pandemi Covid-19. Lonjakan kasus kematian di Inggris berlangsung lebih lama dan menyebar ke lebih banyak tempat dibandingkan negara lain yang terpukul parah seperti Italia dan Spanyol.

Laporan dari Kantor Statistik Nasional Inggris (Office of National Statistics/ONS), Kamis (30/7/2020) waktu setempat, memperlihatkan gambaran suram tentang bagaimana Britania Raya, khususnya Inggris, dilanda gelombang pertama pandemi. Inggris mencatat sejumlah kenaikan terbesar di Eropa berbulan-bulan sampai pertengahan Juni.

Ekses atau kelebihan kematian adalah kematian yang disebabkan berbagai faktor yang melampaui rata-rata selama lima tahun untuk waktu satu tahun. Ekses kematian menjadi cara terbaik untuk mengukur kematian dari wabah penyakit karena dibandingkan secara internasional.

Analisa dari ONS mengonfirmasi posisi Inggris sebagai salah satu negara yang terpukul parah akibat pandemi. Sekitar 65.000 lebih orang dibandingkan biasanya, telah meninggal di Inggris karena berbagai penyebab. Angka yang dikeluarkan ONS menunjukkan Inggris sebagai negara dengan tingkat ekses kematian tertinggi di Eropa saat dihitung berdasarkan ukuran dan usia populasinya.

Menurut ONS, ekses kematian menyebar di seluruh Inggris, kontras dengan banyak negara Eropa di mana ekses kematian terkonsentrasi di wilayah tertentu. Inggris juga memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan Skotlandia, yang pada gilirannya memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan Wales dan Irlandia Utara sebagai wilayah konstituen Britania Raya.



Sumber: [Euro Reporter/NYT/BBC