Industri Sepeda Kewalahan Penuhi Permintaan

Industri Sepeda Kewalahan Penuhi Permintaan
Warga mengenakan masker berkendara dengan sepeda di tepi pantai Barcelona, Spanyol, Sabtu (18/7/2020). (Foto: AFP / Josep LAGO)
Yuliantino Situmorang / YS Sabtu, 1 Agustus 2020 | 09:42 WIB

Paris, Beritasatu.com - Aktivitas bersepeda di seluruh dunia kini sedang berkembang pesat. Banyak orang memilih tidak naik bus dan kereta api yang ramai sebagai alat transportasi mereka di tengah pandemi Covid-19, atau saat new normal setelah berbulan-bulan mengalami penguncian. Namun, dengan penjualan sepeda yang meledak di banyak negara, aktivitas yang digandrungi ini telah membuat produsen dan pengecer kesulitan memenuhi permintaan.

Di Paris, ketika Wali Kota Anne Hidalgo berupaya keras menempatkan jalur sepeda di peta, menambah jumlah jalur untuk pesepeda dalam beberapa tahun terakhir, calon pembeli saat ini harus rela menunggu waktu berminggu-minggu untuk sebuah sepeda baru. “Sekarang harus antre tiga atau empat minggu, saya memiliki belasan klien yang tengah menunggu. Dan saya harus mengembalikan uang kepada beberapa karena saya tidak tahu kapan saya akan memiliki sepeda untuk mereka,” ujar seorang pengecer independen di Paris Federico Mosca kepada AFP.

Seorang pelanggan, Nicolas (31 tahun) mengatakan, ia sudah mendatangi delapan toko berbeda, namun masih belum beruntung. Bahkan saat ini, Nicolas terpaksa memangkas anggarannya dan membeli model yang lebih mahal karena sepeda yang lebih murah yang ia mau sudah terjual habis.

“Saya sedang mencari sepeda tertentu dan telah memberi diri saya satu bulan untuk membeli satu, tetapi itu tidak tersedia di mana saja,” katanya.

Jaringan ritel terkemuka Decathlon menyatakan, mereka juga memiliki daftar tunggu. Namun, mereka dapat memperbarui sepeda bekas bagi pelanggan yang tidak sabar. Penjualan sepeda di Prancis naik dua kali lipat pada Mei dan Juni ketimbang bulan yang sama tahun lalu, demikian dilansir federasi olahraga dan bersepeda.



Sumber: CNA