Supercepat, Rusia Siap Vaksinasi Massal Covid-19 Oktober

Supercepat, Rusia Siap Vaksinasi Massal Covid-19 Oktober
Salah satu bakal vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan. (Foto: AFP)
Heru Andriyanto / HA Minggu, 2 Agustus 2020 | 02:42 WIB

Beritasatu.com - Otoritas kesehatan di Rusia tengah mempersiapkan diri untuk mulai melakukan vaksinasi massal melawan virus corona bulan Oktober nanti.

Menteri Kesehatan Mikhail Murashko dikutip media setempat, Sabtu (1/8/2020), mengatakan kalangan dokter dan guru akan menjadi kelompok pertama yang mendapatkan vaksin ini.

Sumber-sumber di pemerintahan mengatakan bakal vaksin Covid-19 yang dikembangkan Rusia akan mendapat persetujuan dari pihak regulator bulan ini juga.

Namun, sejumlah pakar mempertanyakan jalur cepat yang diambil Rusia tersebut, ketika sejumlah negara maju masih dalam tahap uji klinis vaksin sekarang ini.

Hari sebelumnya, pakar penyakit infeksi Amerika Serikat Dr Anthony Fauci mengatakan sebaiknya Rusia dan Tiongkok “benar-benar melakukan pengujian terhadap vaksin mereka” sebelum disuntikkan massal ke masyarakat.

Menurutnya, AS baru akan memiliki vaksin yang “aman dan ampuh” paling cepat akhir tahun ini.

"Saya tidak percaya akan ada vaksin yang jauh mendahului kita, sehingga kita harus mengandalkan negara-negara lain untuk mendapatkan vaksin tersebut," ujar Dr Fauci dalam dengar pendapat dengan Kongres.

Saat ini, berbagai negara tengah mengembangkan bakal vaksin virus corona dan lebih dari 20 jenis vaksin sedang dalam tahap uji klinis.

Menkes Rusia Murashko, seperti dikutip Kantor Berita Interfax, mengatakan bahwa pusat riset Gamaleya di Moskwa telah menuntaskan serangkaian uji klinis dan sekarang tinggal urusan administrasi untuk pendaftaran vaksin tersebut.

"Kami merencanakan vaksinasi dalam skala yang lebih luas mulai Oktober," ujarnya.

Bulan lalu, para ilmuwan Rusia mengklaim bahwa tahap pengujian awal vaksin berbasis adenovirus yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute sudah dituntaskan dan membawa “hasil sukses”.

Di lain pihak, Inggris, AS, dan Kanada menuduh adanya kelompok peretas Rusia yang menargetkan badan-badan pembuat vaksin yang saat ini tengah mengembangkan vaksin virus corona. Tujuannya adalah mencuri informasi.

Pusat Keamanan Siber Nasional (National Cyber Security Centre/NCSC) di Inggris mengatakan mereka yakin 95% bahwa kelompok peretas APT29 - yang juga dikenal sebagai The Dukes or Cozy Bear - adalah bagian dari badan intelijen Rusia.

Dubes Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin, membantah tuduhan itu dan menyebutnya tidak masuk akal.

Oxford University di Inggris sudah menguji vaksin mereka dan hasilnya adalah munculnya sistem kekebalan responden, sehingga kemudian menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca untuk memasuk 100 juta dosis vaksin tersebut di Inggris saja.



Sumber: BBC