Kirim Tim, Tiongkok Gelar Tes Covid-19 Massal di Hong Kong

Kirim Tim, Tiongkok Gelar Tes Covid-19 Massal di Hong Kong
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Foto: Antara / M Agung Rajasa)
/ WBP Minggu, 2 Agustus 2020 | 10:53 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Tujuh petugas medis Tiongkok dijadwalkan tiba di Hong Kong pada Minggu (2/8/2020). Kelompok pertama dari tim beranggotakan 60 orang itu akan melaksanakan tes Covid-19 secara meluas saat pusat keuangan dunia itu berpacu menghentikan gelombang ketiga corona.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok pada Sabtu (2/8/2020) mengumumkan kedatangan tim. Anggota tim berasal dari rumah sakit umum di provinsi Guangdong, sedangkan satu tim spesialis yang terdiri enam orang berasal dari Wuhan, di mana virus corona pertama kali muncul. Mereka akan membantu mempersiapkan bagian dari pusat konvensi AsiaWorld Expo sebagai fasilitas untuk pasien Covid-19.

Inisiatif itu merupakan pertama kalinya petugas medis Tiongkok daratan membantu Hong Kong dalam mengendalikan virus corona.

Baca juga: Kasus Covid-19 Pecahkan Rekor, Pembatasan di Hong Kong Diperketat

Beberapa penduduk setempat khawatir Tiongkok memanfaatkan kegiatan ini sebagai dalih mengumpulkan sampel DNA untuk tujuan pengawasan.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam pada Sabtu mengatakan bahwa bekas koloni Inggris itu meminta bantuan dari pemerintah pusat akibat lonjakan kasus Covid-19. Dia mengatakan pemerintah sedang mempelajari apakah setiap orang di Hong Kong dapat diuji, media penyiar lokal RTHK melaporkan Sabtu.

Hong Kong mengalami lonjakan kasus penularan lokal pada Juli dan memperkenalkan pengaturan langkah pengetatan termasuk membatasi pertemuan dan mewajibkan penggunaan masker di ruang publik.

Hong Kong melaporkan sekitar 3.400 kasus dan 33 kematian sejak Januari, jauh lebih rendah daripada kota-kota besar lain di dunia. Tapi jumlah harian infeksi baru mencapai tiga digit selama 11 hari terakhir.

Beijing belakangan ini memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional yang dinilai kritikus merongrong otonomi Hong Kong.



Sumber: Antara, Reuters