Survei CNN: Biden Makin Ungguli Trump Pasca-Debat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Survei CNN: Biden Makin Ungguli Trump Pasca-Debat

Selasa, 6 Oktober 2020 | 21:25 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Calon presiden Amerika Serikat Joe Biden makin unggul atas kandidat petahana Donald Trump dalam jajak pendapat terakhir yang dilakukan sepenuhnya setelah debat pertama antara dua calon pekan lalu.

Namun, yang menarik adalah dukungan dari pendukung asli (core supporters) Trump tidak turun, bahkan mungkin naik.

Kurang sebulan dari hari pemungutan suara, 57% calon pemilih (likely voters) akan memilih Biden, sementara 41% memilih Trump, menurut survei stasiun televisi berita CNN, yang menyewa lembaga riset SSRS.

Sebagian besar survei dilakukan setelah Trump dikonfirmasi terinfeksi virus corona Jumat lalu.

Terlepas dari keunggulan Biden di tingkat nasional, kompetisi menuju Gedung Putih ini pada akhirnya akan ditentukan oleh sejumlah negara bagian yang masih mengambang, atau battleground states. Biden juga unggul di sejumlah negara bagian yang masih mengambang, tetapi gapnya lebih rendah dibandingkan keunggulan nasional.

Jajak pendapat bukan prediksi hasil pilpres nanti, tetapi lebih mencerminkan kondisi persaingan dua kubu yang terjadi saat ini.

Kesan Positif
Para pemilih lebih menyukai Biden dibandingkan Trump terkait sejumlah isu yang dinilai penting dalam pemilihan presiden kali ini. Biden unggul atas Trump soal penanganan virus corona (59%:38%), layanan kesehatan (59%:39%), kesetaraan ras di Amerika (62%:36%), nominasi hakim agung (57%:41%) dan soal kriminal dan keselamatan (55%:43%).

Mereka hampir imbang dalam soal ekonomi, di mana Biden mendapat 50% dukungan dan Trump 48%, nyaris sama dengan hasil beberapa jajak pendapat sebelumnya.

Kesukaan terhadap Biden juga meningkat, dengan 52% pemilih mengatakan mereka memiliki kesan positif terhadap mantan wakil presiden itu, dibandingkan 39% responden yang punya pandangan positif terhadap Trump.

Lalu atas sejumlah pertanyaan terkait persepsi publik lainnya, Biden juga lebih disukai. Misalnya pertanyaan siapa kandidat yang bisa mempersatukan bangsa, Biden mendapat 61%, Trump 33%, siapa yang jujur dan bisa dipercaya (Biden 58%, Trump 33%), siapa yang lebih peduli pada orang seperti Anda (Biden 58%, Trump 38%), siapa yang punya rencana jelas untuk menyelesaikan masalah bangsa (Biden 55%, Trump 39%), dan siapa yang bisa melindungi warga Amerika (Biden 55%, Trump 43%).

Sementara untuk survei yang melibatkan pemilih terdaftar (registered voters), Biden juga makin meningkatkan keunggulannya atas Presiden Trump di kalangan kelompok pemilih yang penting.

Di antara pemilih perempuan, kandidat Partai Demokrat itu unggul 66% dibandingkan 32% untuk Trump. Survei yang sama bulan lalu menunjukkan 57% untuk Biden dan 37% untuk Trump.

Secara umum, di kalangan pemilih non-kulit putih, keunggulan Biden meningkat dari 59% menjadi 69%, sementara dukungan untuk Trump turun dari 31% ke 27%.

Trump Masih Kuat
Penting untuk dicatat bahwa peningkatan dukungan yang signifikan pada Biden tidak berkorelasi dengan penurunan dukungan secara drastis pada Trump.

Kelompok utama pendukung Trump masih kuat dan sebagian cenderung meningkat. Contohnya, di kalangan pria kulit putih yang bukan lulusan sarjana, dukungan terhadap Trump meningkat dari 61% pada September menjadi 67% saat ini.

Sayangnya, kubu Trump belum mampu mendongkrak dukungan di kelompok-kelompok pemilih lain yang bisa mengimbangi laju Biden.

Untuk kelompok partisan, kedua kubu relatif imbang. Sekitar 33% responden dewasa mengatakan mereka cenderung ke Partai Demokrat, naik dari 30% di awal September. Sementara itu, 28% adalah pendukung Partai Republik, naik sedikit dari 27% di awal September.

Jika diseleksi dari pemilih terdaftar, 35% memilih Demokrat, 30% Republik, dibandingkan perbandingan bulan lalu yaitu 33% dan 30%. Artinya, tidak ada penurunan dukungan pada kubu Republik.

Pengaruh Debat
Hasil jajak pendapat mengindikasikan bahwa debat Kamis pekan lalu punya dampak terhadap meningkatnya popularitas Biden. Dari pemilih yang mengaku menyaksikan debat, 57% mengatakan Biden sebagai pemenang, dan hanya 26% mengatakan hal serupa untuk Trump. Namun, 14% mengatakan tidak ada kandidat yang bagus dalam debat tersebut.

Para pendukung dua kandidat punya pendapat sangat berbeda soal isu-isu yang dianggap penting. Misalnya soal kriminal dan keamanan, 51% pendukung Trump menganggapnya sangat penting, dan hanya 33% persen pendukung Biden yang berpendapat sama. Masalah ekonomi dianggap penting oleh 48% pendukung Trump dan 36% pendukung Biden.

Soal wabah Covid-19, 66% pendukung Biden mengatakan sangat penting, dan hanya 21% pendukung Trump yang mengatakan itu. Kerukunan ras dianggap penting oleh 63% kubu Biden dan 16% oleh kubu Trump. Juga isu layanan kesehatan (58% pendukung Biden, 25% pendukung Trump) dan perubahan iklim (51% pendukung Biden, hanya 5% pendukung Trump).

Survei dilakukan tanggal 1-4 Oktober melibatkan 1.205 responden dewasa, termasuk 1.001 calon pemilih.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNN


BERITA LAINNYA

AS dan Inggris Sambut Janji Tiongkok untuk Akhiri Pendanaan Batu Bara

Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyambut baik janji Tiongkok untuk mengakhiri pendanaan untuk proyek-proyek batu bara di luar negeri.

DUNIA | 23 September 2021

Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Semua Pesawat Maroko

Aljazair menutup wilayah udara untuk semua pesawat Maroko, sipil dan militer.

DUNIA | 23 September 2021

Sempat Promosikan Air Berkat, Dukun Kondang Sri Lanka Meninggal Akibat Covid

Eliyantha White, seorang dukun terkenal yang mencoba mengakhiri wabah Covid-19 di Sri Lanka dengan air yang “diberkati” telah meninggal karena virus tersebut

DUNIA | 23 September 2021

Peringati Hari Badak Sedunia, 2.500 Cula Dimusnahkan

Hampir 2.500 cula badak langka telah dihancurkan dalam upacara pertama dari jenisnya di timur laut India,

DUNIA | 23 September 2021

Boeing: Tiongkok Akan Beli 8.700 Pesawat Baru dalam 20 Tahun

Maskapai penerbangan Tiongkok kemungkinan akan membeli 8.700 pesawat senilai US$ 1,47 triliun selama 20 tahun ke depan.

DUNIA | 23 September 2021

Untuk Lansia, FDA Akan Izinkan Dosis Ketiga Vaksin Covid Pfizer

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengesahkan dosis ketiga dari vaksin Pfizer-Biontech dalam waktu dekat.

DUNIA | 23 September 2021

Pakar Inggris: Covid-19 Jadi Flu Biasa Tahun Depan

Covid-19 akan menyerupai flu biasa pada musim semi tahun depan ketika imunitas manusia sudah makin kuat karena vaksin.

DUNIA | 23 September 2021

Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

Para ilmuwan Tiongkok mengklaim Covid-19 sudah muncul di Amerika Serikat (AS) jauh sebelum muncul di Tiongkok.

DUNIA | 23 September 2021

Produsen Kapal Selam Prancis Tetap Akan Kirim Tagihan ke Australia

Naval Group Prancis menyatakan pada Rabu (22/9/2021) tetap akan mengirim tagihan pesanan kapal selam ke pemerintah Australia dalam beberapa minggu mendatang.

DUNIA | 23 September 2021

PBB Peringatkan 16 Juta Rakyat Yaman Menuju Kelaparan

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan 16 juta orang rakyat Yaman sedang menuju kelaparan.

DUNIA | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

MEGAPOLITAN | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings