Trump Tolak Permintaan The Fed untuk Stimulus Fiskal Baru
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Trump Tolak Permintaan The Fed untuk Stimulus Fiskal Baru

Rabu, 7 Oktober 2020 | 15:15 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / JAI

Jakarta, Beritasatu.com -Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menolak permintaan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Ped) untuk segera mengucurkan stimulus fiskal baru.

Bloomberg melaporkan, Donald Trump, telah memberi tahu timnya untuk berhenti membahas paket stimulus baru sampai selesai pemilihan umum AS, pada awal November 2020.

Dalam laporan yang dibuat Bloomberg, Rabu (7/10/2020), analis menilai Donald Trump seharusnya lebih memperhatikan apa yang dikatakan Jerome Powell kepada National Association for Business Economics beberapa jam sebelumnya.

Jerome Powell telah memperingatkan bahwa tanpa stimulus fiskal tambahan, pemulihan ekonomi AS mungkin akan goyah. Menurutnya, saat ini AS mengalami "dinamika resesi normal" berkat dukungan fiskal dan moneter yang kuat di awal 2020.

The Fed telah menyediakan likuiditas yang tidak terbatas secara efektif, memangkas suku bunga menjadi nol, memulai program pembelian obligasi yang diperluas, dan mengubah kebijakan moneternya untuk menandakan akomodasi yang berkepanjangan.

Dalam tampilan pemerintahan yang efektif yang tidak biasa, Kongres AS dengan cepat mengesahkan Undang-Undang CARES dan tiga tindakan bantuan lainnya, memberikan sekitar US$ 3 triliun dukungan anggaran untuk stimulus fiskal.

Dengan dukungan fiskal dan moneter yang dilakukan pemerintah sejak awal tahun ini, perekonomian AS perlahan bangkit kembali meski dalam kecepatan yang jauh dari normal. Alasan pemulihan cepat itu adalah kecepatan dan kekuatan respons kebijakan fiskal.

"Karena ekspansi fiskal yang benar-benar luar biasa di awal pandemi, keruntuhan ekonomi tidak terlalu mengejutkan," kata Jerome Powell.

Namun seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dalam lingkaran kontraksi yang kejam di paruh tahun ini, The Fed menyatakan tidak perlu mengambil risiko dengan menunda pemberian stimulus baru hanya karena pertengkaran partisan di DPR dan Senat AS.

Seperti diketahui, pertengkaran Partai Republik dan Partai Demokrat tentang keringanan fiskal baru telah berlangsung selama berbulan-bulan dengan hasil deadlock.

Jerome Powell memperingatkan urgensi dari stimulus fiskal baru dengan menekankan perhatian ke poin yang krusial, yakni kemerosotan ekonomi dan perlambatan yang terus berlangsung dan berbahaya untuk jangka panjang.

The Fed telah menyoroti kemerosotan ekonomi yang dipicu pandemi Covid-19, yang telah membuat output turun 31% pada kuartal II 2020, dan tingkat pengangguran melonjak hingga hampir 15%.

Analis Bloomberg menegaskan, memang benar bahwa prospek fiskal jangka panjang menimbulkan kekhawatiran. Pinjaman publik dan utang publik telah melonjak. Setelah pandemi dan konsekuensi ekonominya mereda, perhatian perlu beralih lagi ke pengendalian fiskal. Tetapi untuk saat ini, desakan Jerome Powell untuk stimulus fiskal baru seharusnya didengar oleh Presiden Trump.

Dijelaskan, stimulus fiskal yang terlalu sedikit atau tertunda terlalu lama dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi lebih lambat atau bahkan kontraksi langsung, yang dengan sendirinya akan memiliki konsekuensi fiskal jangka panjang yang serius.

Di sisi lain, saat ini, dengan pemerintah dapat meminjam secara cuma-cuma dan inflasi yang berjalan lebih rendah dari target, memberikan terlalu banyak stimulus fiskal hanya menimbulkan sedikit bahaya.

Partai Republik sebagian besar harus disalahkan atas penundaan kebijakan stimulus baru karena membuat tawaran yang dianggap Partai Demokrat terlalu kecil dan tidak serius. Tapi Demokrat juga tidak terburu-buru untuk berkompromi.

"Menghentikan pembicaraan bukanlah jawabannya. Presiden benar-benar salah. Demokrat dan Republik perlu segera mencapai kesepakatan tentang stimulus baru yang substansial," kata editor senior Bloomberg, David Shipley, dalam artikel opininya, Rabu (7/10/2020).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bill Gates Prihatin AS Belum Kelola Maksimal Uji Covid-19

Pendiri Microsoft, Bill Gates mengaku prihatin bahwa Amerika Serikat (AS) masih belum mengelola pengujian virus corona dengan maksimal.

DUNIA | 7 Oktober 2020

Di Tengah Wabah, Singapura Jajaki Buka Perbatasan

Singapura sedang menjajaki cara untuk membuka perbatasannya dengan aman

DUNIA | 7 Oktober 2020

Pendiri McAfee Terlibat Penggelapan Pajak

Pendiri perusahaan antivirus, John McAfee ditangkap di bandara Barcelona, Spanyol atas kasus penggelapan pajak di AS.

DUNIA | 7 Oktober 2020

Covid Makin Ganas di Gedung Putih, Satu Lagi Kena

Pucuk pimpinan militer Amerika ramai-ramai mengisolasi diri.

DUNIA | 7 Oktober 2020

KPPU AS Nilai Facebook Lakukan Monopoli Media Sosial

Facebook bisa saja diminta untuk mendivestasi atau memisahkan operasi dua raksasa media sosial yang dimilikinya -Instagram dan WhatsApp-.

DUNIA | 7 Oktober 2020

New York Tutup Sekolah di Kawasan Covid-19

Gubernur New York Andrew Cuomo pada Senin (5/10) menyetujui rencana New York City untuk menutup sekolah di sembilan lokasi “titik panas” virus corona di Brooklyn dan Queens.

DUNIA | 7 Oktober 2020

Kurangi Dampak Pandemi, 26 Negara Desak Barat Cabut Sanksi

Tiongkok dan 25 negara lainnya pada Senin (5/10) mendesak agar AS dan negara-negara barat segera mencabut sanksi

DUNIA | 7 Oktober 2020

4 Juta Lebih Pemilih AS Telah Berikan Suara

Angka pemungutan suara awal menunjukkan 4 juta warga Amerika telah menggunakan hak pilihnya.

DUNIA | 7 Oktober 2020

Gedung Putih Akan Jual Koin “Trump Kalahkan Covid”

Gedung Putih akan menjual koin "Trump Kalahkan Covid" sebagai cindera mata resmi.

DUNIA | 7 Oktober 2020

Debat Cawapres AS Terapkan Pembatas Kaca

Komisi Debat Presiden AS telah menetapkan sejumlah aturan dalam debat cawapres hari Rabu (7/10). Selain jarak sosial, komisi juga memasang pembatas kaca.

DUNIA | 7 Oktober 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS