Pria 25 Tahun Ini Jadi Orang AS Pertama yang Terinfeksi Covid-19 Dua Kali
Logo BeritaSatu

Pria 25 Tahun Ini Jadi Orang AS Pertama yang Terinfeksi Covid-19 Dua Kali

Rabu, 14 Oktober 2020 | 06:55 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Nevada, Beritasatu.com - Seorang pria berusia 25 tahun asal Nevada menjadi warga Amerika Serikat (AS) pertama yang tertular virus corona dua kali. Ini adalah kasus kelima yang dilaporkan di seluruh dunia.

Sebuah penelitian di jurnal Penyakit Menular Lancet menunjukkan, pasien itu mengalami gejala sakit lebih parah saat infeksi kedua dibandingkan pertama. Penduduk Washoe County yang tidak memiliki kelainan kekebalan itu memerlukan perawatan di rumah sakit saat dites positif Covid-19 untuk kedua kalinya. Saat ini dia telah pulih.

Namun kasus tersebut menimbulkan pertanyaan soal prospek mengembangkan kekebalan tubuh terhadap virus corona.

Hingga saat ini, lebih dari 37,8 juta orang telah tertular Covid-19 di seluruh dunia, dengan 1,08 juta kematian, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO dr Mike Ryan awal bulan ini memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 10 orang di dunia mungkin telah terinfeksi virus corona, lebih tinggi daripada jumlah kasus yang dikonfirmasi.

Apa yang Terjadi pada Pria 25 tahun?
Pada 25 Maret, jurnal medis dalam sebuah penelitian mengatakan bahwa seorang pria berusia 25 tahun di daerah terpadat kedua di Nevada AS mengalami gejala Covid-19 seperti sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, mual dan diare.

Merespons hal itu, pria tersebut melakukan tes Covid-19 pada 18 April dan dinyatakan positif untuk pertama kalinya. Gejala Covid-19 sembuh total selama isolasi pada 27 April. Dia kembali merasa sehat dan dinyatakan negatif virus corona pada dua kesempatan terpisah, yakni 9 Mei dan 26 Mei.

Namun pria itu kembali mengalami gejala Covid-19 mulai 28 Mei, seperti demam, sakit kepala, pusing, batuk, mual, dan diare. Pada 5 Juni, 48 hari setelah tes positif awal, pasien tertular virus untuk kedua kalinya. Kondisinya ditemukan gejala lebih parah dari yang pertama. Dia membutuhkan perawatan di rumah sakit karena mengalami sesak napas. Namun akhirnya pulih dan telah keluar dari rumah sakit.

Para ilmuwan mengatakan pasien yang tertular virus corona dua kali, bukan karena infeksi pertama yang memantul kembali setelah tidak aktif. Hal ini karena kode genetik menunjukkan perbedaan signifikan antara varian virus dengan setiap kejadian infeksi.

“Temuan ini memberi kesan bahwa pasien terinfeksi SARS-CoV-2 pada dua kesempatan terpisah disebabkan oleh virus yang berbeda secara genetik. Jadi, paparan SARS-CoV-2 sebelumnya mungkin tidak menjamin kekebalan total dalam semua kasus,” kata penulis studi tersebut.

“Semua orang, baik sebelumnya didiagnosis Covid-19 atau tidak, harus mengambil tindakan pencegahan yang sama untuk menghindari infeksi SARS-CoV-2,” kata dia.

Untuk melindungi diri, WHO merekomendasikan menjaga jarak fisik minimal 1 meter, memakai masker, menghindari keramaian, menjaga ruangan berventilasi baik dan membersihkan tangan secara menyeluruh.

The Lancet mengatakan pasien telah memberikan persetujuan tertulis untuk dipublikasikan melalui laporan tersebut.

Laporan infeksi virus corona berulang di Hong Kong, Belanda dan Belgia mengatakan pasien tidak mengalami gejala lebih serius dari yang pertama. Namun satu kasus di Ekuador mencerminkan gejala lebih parah, tetapi tidak memerlukan perawatan rumah sakit.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

AS Hentikan Uji Coba Pengobatan Antibodi Corona Eli Lilly

Obat Eli Lilly adalah bagian dari perawatan pasien Covid-19 yang dikenal sebagai antibodi monoklonal.

DUNIA | 14 Oktober 2020

Trump: Saya Sangat Kuat dan Ingin Mencium Semua Orang

Presiden AS Donald Trump dalam kampanye di Orlando, Senin (12/10), memuji pemulihannya yang cepat dari Covid-19 dan mengaku ingin mencium semua orang.

DUNIA | 13 Oktober 2020

Pakar Sebut Iklan Kampanye Trump Menyesatkan

Pakar penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci, menyatakan iklan kampanye Presiden AS Donald Trump yang menampilkan dirinya, adalah pesan menyesatkan

DUNIA | 13 Oktober 2020

Survei: Pandemi Covid-19 Picu Krisis Kepemimpinan Global

Pandemi virus corona telah memicu krisis kepemimpinan di seluruh dunia. Demikian hasil sebuah survei Milken Institute dan Harris Poll yang dirilis, Minggu (11/10).

DUNIA | 13 Oktober 2020

Pakistan Siap Buka Blokir TikTok Jika Konten Vulgar Dihapus

Pakistan akan membuka blokir terhadap TikTok jika platform tersebut menghapus konten vulgar.

DUNIA | 13 Oktober 2020

Israel Akan Tolak Penjualan Jet F-35 AS ke Qatar

Israel akan menentang penjualan pesawat tempur F-35 canggih Amerika Serikat (AS) ke Qatar.

DUNIA | 13 Oktober 2020

Anwar Ibrahim Temui Raja Malaysia untuk Verifikasi Dukungan Parlemen

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim telah menunjukkan dokumen kepada Raja Al-Sultan Abdullah yang membuktikan dukungan dari anggota parlemen

DUNIA | 13 Oktober 2020

Kasus Covid-19 di AS Tembus 8 Juta

Kasus di tiga negara, yakni AS, India, dan Brasil mengambil porsi 52% dari jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di dunia.

DUNIA | 13 Oktober 2020

Jumlah Pasien Covid-19 di ICU Prancis Tertinggi dalam 5 Bulan

Prancis menghadapi gelombang kedua infeksi Covid-19 yang kuat.

DUNIA | 13 Oktober 2020

Negatif Covid-19 Beberapa Hari Berturut-turut, Trump Siap Berkampanye

Semua data laboratorium menunjukkan virus corona tidak lagi aktif di tubuh presiden.

DUNIA | 13 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS